Berita

Moeldoko/Net

Politik

Moeldoko: Jangan Ekspolitasi Nama Pahlawan Demi Pilkada

SENIN, 04 JUNI 2018 | 14:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama pahlawan sebaiknya tidak dicatut dalam pilkada. Sebab, pencatutan itu bisa membuat nama pahlawan itu menjadi seperti diremehkan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko secara spesifik meminta nama Jenderal Soedirman tidak ikut dibawa dalam kontestasi Pilkada Jawa Tengah 2018.

Hal ini diutarakan Moeldoko untuk menanggapi sebaran tanda pagar (tagar) #GanjarTakTakutPakDirman yang sempat viral.


"Selaku mantan prajurit, saya harap penggunaan hashtag semacam itu perlu dipertimbangkan," kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/6).

Kepada para calon kepala daerah, mantan panglima TNI itu meminta agar tidak mengeksploitasi nama tokoh-tokohn nasional. Khususnya, nama Jenderal Soedirman.

"Pak Dirman adalah panglima yang berkarakter. Bisa menginspirasi seluruh prajurit. Jangan eksploitasi nama besar beliau untuk kepentingan politik praktis," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menyebut bahwa slogan Pak Dirman digunakan oleh cagub Jateng Sudirman Said sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak popularitas nama.

"Penggunaan nama itu bertujuan agar namanya dikenal, disukai, dan dipilih oleh masyarakat. Kan bahasa Pak Dirman sudah populer sebagai pahlawan nasional Jenderal Soedirman," ucapnya.

Sementara itu, Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Sriyanto Saputro menyebutkan bahwa perang tagar di media sosial menjadi hal wajar dan konstitusional. Sekretaris DPD Geindra Jateng itu pun menyindir lawan politiknya, agar tidak terlalu norak, dengan gagap memaknai perang tagar di zaman saat kini. [nes]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya