Berita

Gatot cium tangan SBY/Net

Politik

Gatot Cium Tangan SBY, Pengamat: Wajar, Kini Dia Kan Deg-Degan

SENIN, 04 JUNI 2018 | 00:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aksi cium tangan yang dilakukan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa dimaknai banyak hal.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai bahwa aksi itu bisa dimaknai bahwa Gatot Nurmantyo memang tengah melakukan penghormatan kepada SBY.

Penghormatan dilakukan karena SBY merupakan senior di militer dan juga presiden yang mengangkatnya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

“Itu memang bisa dimaknai sebagai penghormatan kepada senior,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/6).


Namun demikian, dia juga memaknai bahwa ada hal lain di balik kesantunan yang diperlihatkan Gatot. Kata dia, Gatot tengah berharap banyak kepada SBY agar memberikan tiket pilpres.

“Bisa juga di balik kesantunan itu ada harapan semoga dapat tiket,” sambungnya.

Gatot mulai cemas mengingat hingga kini tidak mendapat tiket. Sementara para petinggi partai, sambungnya, telah memiliki calon sendiri yang akan diusung.

“Wajar Gatot harap-harap cemas, waktu bergerak dan dia belum punya tiket,” sambung pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi).

Gatot, sambungnya, semakin cemas lantaran Ketua Umum Prabowo Subianto dengan menggelar pertemuan dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN Amien Rais di Mekah, Arab Saudi.

“Wajar dia kini deg-degan,” tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya