Berita

Raden Andreas Nandiwardhana/Net

Politik

GMB: PSI, Istilah Betawinye Lo Jual Gue Beli

MINGGU, 03 JUNI 2018 | 10:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Generasi Muda Berkarya (GMB) geram atas video unggahan Partai Solidaritas Indonesia yang berjudul "Penindasan HAM di Era Orde Baru".

Video tersebut dinilai menyudutkan presiden kedua RI, Soeharto dan keluarga besarnya.

"Kami selaku GMB akan melawan setiap kelompok yang menggangu marwah keluarga Cendana. Karena, secara tidak langsung video yang diunggah PSI itu sangat memfitnah dan menyudutkan keluarga Cendana," ujar Ketua Umum GMB, Andre Nandiwardhana dalam keterangannya.


Andre mengatakan, selama ini keluarga Soeharto ataupun keluarga Cendana tidak pernah menggangu eksistensi PSI. Dengan beredarnya video tersebut, menurut dia, berarti PSI menabuh genderang perang.

"Kami tidak pernah cari masalah dengan PSI tapi mereka yg pertama kali membuka masalah dengan kami. Istilah orang Betawi, "lo jual gue beli," katanya.

Andre juga mengancam akan menuntut PSI ke Bareskrim jika tidak menurunkan video tersebut di semua media sosial.

"Kami akan laporkan ke Bareskrim jika PSI tidak meminta maaf dan menurunkan video tersebut," imbuh mantan wasekjen AMPG tersebut.

Menurut dia, dalam video yang diunggah itu terkesan ada pemutarbalikan, pengkaburan, penyembunyian sejarah dan hanya menyudutkan Soeharto beserta keluarganya tanpa memberikan gambaran yang utuh.

"Padahal Presiden Soeharto memiliki andil yang besar dalam membangun bangsa dan negara Indpnesia," kata Andre.

Sebelumnya, Tim Komunikasi PSI, Andy Budiman dalam keterangan tertulisnya, mengatakan video yang diunggah sepanjang Mei 2018 itu semata untuk pendidikan. Menurut dia, video tersebut hanya merujuk sejarah.

Setidaknya ada satu menit durasi video yang diunggah PSI setiap hari sepanjang Mei 2018 tentang praktik pelanggaran HAM, Daerah Operasi Militer, penindasan umat Islam, hingga penculikan aktivis di masa Orde Baru. [wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya