Berita

Foto/Net

Politik

Nasdem Minta Pemuka Agama Sebar Nilai Kesantunan

MINGGU, 03 JUNI 2018 | 02:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bangsa Indonesia tengah diuji dengan serangkaian cobaan di tahun politik, mulai dari aksi terorisme hingga perpecahan antar golongan.

Demi mengobati luka agar masyarakat kembali dengan nilai kebhinnekaan, DPP Partai Nasdem menggelar acara buka bersama anak yatim dan marbot di kantor pusatnya, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (2/6).

"Tahun-tahun ini, kita diuji tentang kebhinnekaan Indonesia. Bukan hanya teroris, mendekati pemilihan presiden pun yang ingin menjadi presiden seakan-akan beda itu sudah tidak Islami lagi," kata Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat Hasan Aminuddin di sela acara.


Peserta acara ini pun secara kompak mendoakan kesehatan Presiden Joko Widodo dan kesejahteraan bagi Indonesia. Selain itu, Hasan juga mengajak kepada para pemuka agama untuk tidak menjadikan agama sebagai alat untuk meraih kekuasaan. Apalagi, hingga harus mengorbankan perpecahan antar bangsa.

Pemuka agama, harapnya, harus menanamkan nilai kesantunan kepada anak muda. Sehingga nilai kesantunan itu dapat diamalkan seluruh generasi muda dan menjadikan negeri ini semakin aman dan nyaman.

"Warga bangsa ini menunggu kesantunan, sehingga kesantunan itulah yang akan dijadikan pelajaran, pengamalan oleh warga bangsa," ujarnya.

Dalam acara ini, DPP Nasdem turut memberikan santunan kepada anak yatim dan sepuluh orang marbot. Marbot turut diberi santunan karena dinilai telah tulus ikhlas mengabdikan diri menjaga rumah Allah, tanpa mengharapkan upah.

"Marbot ini kan manusia yang saleh, mengabdikan jiwa dan raganya di rumah Allah tanpa berharap UMK. Seterusnya ikhlas karena Allah," tutup Hasan. [nes]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya