Berita

Karyono Wibowo/Net

Politik

Pengamat: Jokowi Pilih Sri Mulyani Cawapres Harus Pikir-pikir

JUMAT, 01 JUNI 2018 | 21:57 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pengamat Politik Indonesia Public Institu (IPI), Karyono Wibowo mengimbau Presiden Joko Widodo untuk dapat mempertimbangkan track record Menteri Keuangan Sri Mulyani, sebelum memilihnya sebagai cawapres pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

"Carilah figur yang menurut saya yang bisa diterima oleh masyarakat maupun partai politik pendukungnya, terutama track record-nya tidak memiliki beban masa lalu," ujar Karyono Wibowo kepada Kantor Berita RMOL, Jumat (1/6).

Lebih lanjut ia menilai, sosok Sri Mulyani belum menonjol dan masih imbang jika dibandingkan calon-calon lainnya, yang muncul dalam survei-survei elektabilitas cawapres pendamping Jokowi.


"Dari aspek survey sendiri belum ada calon yang menonjol, mencolok, masing-masing masih dalam posisi imbang, kecuali Prabowo Subianto itu baru mencolok," ujarnya.

Di sisi lain, ia melihat, Sri Mulyani memiliki kekurangan dari segi daya tawarnya di sejumlah kalangan.

"Dia (Sri Mulyani) dianggap pernah diduga terlibat kasus Century kemudian dari mazhab ekonominya Sri Mulyani dinilai sebagai ekonom yang pro IMF misalnya dikategorikan Neolib, ini juga perlu menjadi pertimbangan," pungkasnya. [fiq]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya