Berita

Politik

UKM Kerohanian UI Rayakan Hari Lahir Pancasila Dengan Video Kebangsaan Pancasila

JUMAT, 01 JUNI 2018 | 20:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Universitas Indonesia (UI) punya cara berbeda dalam mengekspresikan perayaan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni.

Kolaborasi untuk negeri di Hari Lahir Pancasila digagas UKM Kerohanian UI setelah sebelumnya menggelar doa bersama untuk negeri sebagai respon tragedi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini.

Terciptalah satu bentuk video kebangsaan yang berisi tentang kampanye keharusan setiap anak bangsa mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Video berdurasi sekitar satu menit tersebut menayangkan perwakilan dari setiap UKM Kerohanian, yaitu Salam UI, KMHD UI, KMK UI, PO UI dan KMB UI.


Secara bergantian, mereka memberikan testimoni tentang makna Pancasila yang mengutip ragam pandangan tokoh bangsa.

"Mohammad Hatta mengatakan, Pancasila dengan sila Ketuhanan yang Maha Esa, menjadi dasar bagi tindakan keadilan, kebaikan dan kejujuran untuk menjaga persatuan Indonesia," ujar M. Ismail, perwakilan dan Salam UI dalam testimoninya di video kebangsan Pancasila.

"Kita harus mengamalkan Pancasila, tidak hanya mengatakan tetapi mencari jalan yang konkret, Letjen TB  Simatupang," ucap perwakilan dari Persekutuan Oikumene UI.

Di akhir video, secara bersama-sama seluruh perwakilan UKM Kerohanian UI mengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila, semangat menjaga persatuan bangsa.

Kegiatan kolaborasi lintas agama yang telah dilakukan oleh UKM Kerohanian se-UI berharap menjadi inspirasi persatuan bagi bangsa Indonesia, di tengah ujian retaknya kerukunan antar umat beragama yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya pengeboman rumah ibadah dan sebagainya.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya