Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Dirjen Hubdat: Tol Colomadu-Ngawi 75 Persen Siap Jadi Alternatif Mudik

JUMAT, 01 JUNI 2018 | 11:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Persiapan jelang mudik lebaran 2018 terus dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) demi menjamin kelancaran arus mudik.

Hari ini (Jumat, 1/6), Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi meninjau akses tol yang menghubungkan Surakarta, Jawa Tengah dan Ngawi, Jawa Timur. Tol ini membentang sepanjang 84 kilometer.

Peninjauan dilakukan mulai dari Gerbang Tol Colomadu hingga ke Gerbang Tol Ngawi. Ada dua kategori tol yang dilewati, pertama tol kategori operasional tanpa tarif yang membentang dari Colomadu (KM 493) hingga Exit Toll Sragen (KM 537) sepanjang 34 kilometer.


Sementara kategori kedua adalah tol fungsional yang membentang dari Pintu Tol Sragen (KM 527) hingga Exit Toll Ngawi (KM 577).

Setelah 1 jam 20 menit melintasi tol tersebut, Budi menilai kelayakan tol ini sudah mencapai 75 persen dan siap untuk digunakan sebagai jalur alternatif saat mudik lebaran nanti.

Meski demikian, masih ada banyak catatan yang harus segera dibenahi sebelum tol digunakan pada H-7 nanti, utamanya di jalur tol fungsional Sragen-Ngawi.

“Seperti persimpangan langsung dengan jalan warga. Diharapkan nanti Jasa Marga bisa menutup jalan-jalan yang berhubungan dengan masyarakat. Jadi tidak ada lagi motor atau warga yang jemur gabah,” ujarnya kepada wartawan di depan Pintu Tol Ngawi.

Selain itu, Budi juga meminta agar debu jalanan yang masih cukup banyak untuk disapu dan dipastikan bersih saat tol mulai difungsikan.

Sementara kepada para pemudik, Budi mengimbau untuk terus memperhatikan kecepatan saat berkendara di tol ini. Pemudik disarankan untuk berkendara dengan kecepatan 80 km per jam.

Lebih lanjut, dia meminta agar jalan tol ini tidak dibuka di malam hari lantaran aspek penerangan yang masih minim. Namun begitu, tol bisa digunakan jika jalan nasional mengalami kepadatan.

“Kalau jalan nasional tidak padat, saya harap tol ini tidak dipakai di malam hari,” tukasnya. [wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya