Berita

Hadi Tjahjanto/Puspen TNI

Pertahanan

Panglima TNI: Kita Tidak Ingin Indonesia Konflik Seperti Di Belahan Bumi Lain

JUMAT, 01 JUNI 2018 | 02:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) berperan sangat sentral dalam mendeteksi dan mencegah secara dini bibit-bibit radikalisme.

Untuk itu, Babinsa dan Babinkamtibmas dalam menjalankan tugasnya harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat dalam upaya kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di hadapan sekitar 2.600 keluarga besar TNI-Polri, tokoh agama, alim ulama dan tokoh masyarakat pada acara buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadhan 2018 Panglima TNI dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, di Markas Polisi Resort Kota Besar Surabaya, Jalan Sikatan No. 1, Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/5).


Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa radikalisme bisa dicegah apabila setiap warga masyarakat sangat peduli pada lingkungan masing-masing dan membuka wawasan serta mengembangkan cara berpikir dengan seluas-luasnya. Dalam kitab suci Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan adalah memerintahkan umat manusia untuk membaca.

"Umat muslim harus berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan terus belajar. Jangan terjebak pada pemahaman sempit yang justru menutup perintah untuk membaca tersebut," ujarnya seperti dalam keterangan tertulis Puspen TNI.

"Kita perlu bahu membahu untuk memberikan pemahaman yang positif, merangkul seluruh komponen bangsa serta mengambil tindakan preventif untuk mencegah radikalisme dan terorisme. Kita tidak ingin negeri ini menjadi seperti daerah-daerah konflik di belahan bumi lain," kata Marsekal Hadi menambahkan.

Menurutnya, sangat diperlukan keterpaduan antara masyarakat luas dan aparat untuk membendung pengaruh radikalisme yang dapat berujung pada tindakan anarkis dan aksi-aksi terorisme. Selain itu, diperlukan kepedulian para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dari pengaruh radikalisme melalui media sosial.

"Saat ini, banyak generasi muda yang terpapar radikalisme melalui media sosial dan pertemuan-pertemuan tertutup," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI dan seluruh prajurit TNI mengucapkan turut berduka dan bela sungkawa atas jatuhnya korban akibat serangan teroris yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya.

"Serangan tersebut menjadi bukti bahwa tindakan terorisme merupakan jalan yang salah dalam memperjuangkan keyakinan karena mencederai rasa kemanusiaan, merugikan dan menyakiti orang lain dan bahkan termasuk anak-anak yang tidak berdosa," terangnya.

Buka puasa bersama di Mapolrestabes Surabaya diisi dengan kultum oleh Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa dilanjutkan Shalat Maghrib berjamaah serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan Warakawuri TNI-Polri.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, diantaranya Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Marga Taufiq, Kapolda Jatim Irjen Pol. Machfud Arifin, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Dankorps Brimob Irjen Pol. Rudi Sufahriadi dan Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya