Berita

Foto/Net

Politik

Rakornas PA 212 Tak Rekomendasikan Jokowi Capres

SELASA, 29 MEI 2018 | 20:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar nama Joko Widodo masuk dalam daftar calon presiden yang direkomendasikan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dibantah. Rakornas PA 212 merekomendasikan lima nama namun tidak ada nama Jokowi.

"Tidak ada (nama Jokowi)," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif dalam wawancara melalui sambungan telepon CNN Indonesia TV, Selasa (29/5).

Slamet menjelaskan nama Jokowi hanya ada dalam bahan yang ditulis salah satu peserta sebagai orang yang muncul di media akan dicalonkan sebagai presiden.


"Jadi (Jokowi) bukan hasil rekomendasi dari Rakornas," katanya.

Setelah membahas kriteria capres, Rakornas merekomendasikan lima nama capres. Mereka adalah Habib Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan.

Slamet menjelaskan Rakornas dihadiri 256 peserta, perwakilan dari 18 provinsi. Selain capres, kata dia, Rakornas juga merekomendasikan beberapa nama untuk diperjuangkan menjadi cawapres. Mereka adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Yusril Ihza Mahendra, Anies Matta, Zulkifli Hasan, Eggi Sudjana, dan Bachtiar Nasir.

"Kita akan buka komunikasi dengan partai-partai yang ada, partai yang selama ini sinergi dengan kita. Gerindra, PKS, PAN, PBB. Kita akan katakan ketika partai mengakomodir rekomendasi kita, konsekuensinya kita akan berjuang mati-matian," tukas Slamet.[dem]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya