Berita

Nusantara

Elektabilitas Rendah, Sudrajat: Kami Pendatang Baru, Harus Rajin Silaturrahmi

SELASA, 29 MEI 2018 | 17:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat tak peduli dengan hasil survei Litbang Kompas yang menyebut tingkat keterpilihannya tidak tinggi.

"Silahkan saja setiap lembaga survei mengeluarkan hasilnya. Lembaga surveinya berbeda, metoda berbeda, hasilnya juga pasti berbeda," ungkap Sudrajat saat berkunjung ke Kabupaten Sukabumi, Selasa (29/5).

Sudrajat menekankan fokus mengerjakan apa yang harus dikerjakan daripada berpatokan kepada hasil survei. Dirinya pun tak mau jumawa.


"Apalagi kami pendatang baru. Makanya harus rajin bersilaturrahmi," ujar Sudrajat seperti dilansir Kantor Berita RMOL Jabar.

Survei Litbang Kompas menyebut elektabilitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) hanya 11,4 persen. Atau menempati posisi ketiga di bawah pasangan Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar) dengan elektabilitas masing-masing mencapai 40,4 persen dan 39,1 persen. Adapun di posisi terakhir ialah Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 4,1 persen.

Pengumpulan data survei dilakukan lewat wawancara tatap muka pada 10-15 Mei 2018 terhadap 800 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan proporsional bertingkat. Margin of error survei sebesar +- 3,46% pada tingkat kepercayaan 95%.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya