Berita

Foto/Net

Politik

Dua Partai Baru Berpeluang Lolos Ke Senayan

SENIN, 28 MEI 2018 | 18:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada dua partai baru yang berpeluang lolos ke Senayan di Pileg 2019. Kedua partai itu adalah Perindo dan PSI.

Begitu penilaian Direktur Y Publica Rudi Hartono yang beberapa lalu merilis hasil survei elektabilitas peserta Pemilu 2019. Menurutnya, dari empat parpol pendatang baru di Pemilu 2014, ada dua parpol yang elektabilitasnya cukup tinggi, yaitu Perindo (3,1 persen) dan PSI (1,3 persen).

"Jika elektabilitasnya bisa dinaikkan, maka dua parpol ini berpeluang menembus parliamentary threshold 4 persen," kata Rudi sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (28/5).


Rudi melanjutkan, dari survei Y Publica, terlihat ada harapan besar dari publik terhadap partai-partai baru. Mereka berharap parpol baru punya rekam jejak bersih dengan tinggi (51,4 persen), menghadirkan tokoh/figur wajah baru (15,9 persen), agenda politik yang jelas (15,3 persen) dan lebih banyak anak muda (10,4 persen) dan lainnya (7,0 persen).

"Kalau menurut survei kami, menurut persepsi publik (keseluruhan responden), partai yang dianggap paling mendekati selera dan aspirasi anak muda: PDIP (23,9 persen), Gerindra (11,2 persen), Golkar (5,4 persen), Demokrat (5,4 persen) dan PSI (5,1 persen). PSI masuk 5 besar partai yang dianggap ‘anak muda’,” tuturnya.

Meski demikian, survei tersebut masih umum dan Rudi belum membuat survei yang khusus kepada anak-anak muda. Sebab, faktanya, anak muda agak apatis dengan politik. Menurut Rudi, anak muda cenderung menjaga jarak dengan politik. Namun, kemunculan PSI berpotensi menarik minat pemilih anak muda.

"Kemunculan PSI yang berisi anak muda, dengan rekam jejak bersih, memang berpotensi menarik minat banyak anak muda untuk berpolitik," kata Rudi.

Rudi mengatakan, tantangannya bagi PSI pertama, mereka harus menampilkan politik yang benar-benar berbeda dengan partai-partai tua atau lama.

"Kedua, mempertahankan rekam jejak bersih. Dan ketiga, menghadirkan politik kaya ide dan gagasan serta punya agenda politik yang jelas," tukasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya