Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Hentikan Teror Fitnah!

MINGGU, 27 MEI 2018 | 09:12 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA bersahabat dengan Jokowi sejak beliau walikota Solo di saat mana saya sudah meyakini putera Solo berpenampilan sederhana itu akan menjadi presiden Indonesia.

Namun akibat tidak punya pamrih harta benda, jabatan, kekuasaan atau kepentingan apa pun, saya tidak pernah menjadi anggota Tim Sukses atau Tim Relawan yang mengantar Jokowi bertahta di singgasana tertinggi Republik Indonesia.

Meyakini



Meski keyakinan bahwa Jokowi menjadi presiden terbukti menjadi kenyataan,  saya tidak lupa daratan maka tidak ingkar kenyataan bahwa Presiden Jokowi adalah tetap manusia biasa yang mustahil sempurna maka pasti tidak sempurna dalam upaya mengemban tugas sebagai pemimpin  bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Maka adalah wajar ada yang merasa tidak puas kemudian mengkritik kebijakan pemerintah di bawah kepresidenan Jokowi seperti telah dilakukan oleh para tokoh pencinta Indonesia yang berani menyatakan yang tidak benar sebagai tidak benar seperti Amien Rais, Susilo Bambang Yudhoyono, Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Christanto Wibosono, Emil Salim, Salim Said, Frans Magnis Suseno, Sandyawan Sumardi, Harjono Kartohadiprojo, Lieus Sungkharisma, Sri Edi Swasono, Rocky Gerung, Faisal Basrie dan para tokoh lain-lainnya yang mustahil bisa satu persatu saya sebut di ruang terbatas naskah sederhana ini.

Wajar bahwa ada yang bikin kaos oblong berlogo ganti presiden sama wajarnya bahwa ada yang bikin kaos oblong berlogo jangan ganti presiden. Kedua belah pihak melariskan produk kaos oblong yang Insya Allah bukan produk impor namun buatan dalam negeri Indonesia.

Fitnah

Namun sayang bertriliun sayang, suasana demokratis yang sehat, segar dan bugar menghadirkan suasana kebebasan berpendapat dan mengungkapkan pendapat itu dicemarkan bahkan dirusak oleh segelintir oknum yang tidak mampu menahan diri dalam terhanyut arus angkara murka kebencian sehingga tega hati merekayasa teror fitnah terhadap presiden Jokowi mulai dari  berpihak ke asing, keturunan anggota PKI, penganut paham komunisme, semangat kerakyatan cuma kosmetik pencitraan belaka, tega mendukung penggusuran rakyat sampai ke fitnah yang terlalu keji sehingga tidak layak dimuat di dalam naskah yang sedang Anda baca ini.

Marhaban Ya Ramadhan

Demi mencegah serangan fitnah cari muka bahkan menjilat Jokowi , saya tidak perlu membela Jokowi sebab yakin bahwa Yang Maha Kuasa Dan Maha Kasih pasti akan melindungi Jokowi dari angkara murka fitnah.

Apalagi yang menjadi korban sasaran teror fitnah sebenarnya bukan cuma Jokowi namun juga Megawati Soekarnoputeri, Susilo Bambang Yudhoyono, Prabowo Subianto, Fadli Zon, Hidayat Nurwahid , Gatot Nurmantyo, Sandyawan Sumardi dan para tokoh lain-lainnya.  Makin populer seorang tokoh, makin deras serbuan teror fitnah terhadap dirinya.

Di bulan suci Ramadhan ini, dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk memohon para penggubah dan penyebar fitnah berkenan menghentikan umbaran kebencian dalam bentuk angkara murka teror fitnah terhadap sesama warga Indonesia yang jelas lebih banyak mudarat ketimbang manfaat bagi negara, bangsa dan rakyat Indonesia.

Jika hati seputih awan jangan biarkan ia penuh kebencian, jika hati seindah rembulan hiasi dia dengan kasih-sayang, marhaban ya ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya