Berita

Foto/Net

Politik

Infrastruktur Jokowi Dinilai Ciptakan Peradaban

MINGGU, 27 MEI 2018 | 03:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembangunan infrastruktur di era Joko Widodo sangat masif dan melesat. Diyakini pembangunan ini akan memberikan kenyamanan dalam mudik Lebaran 2018 mendatang.

Terlebih Jokowi sudah berkomitmen akan membangun jalan tol dari Merak hingga Pasuruan di Jawa.

Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie mengakui pembangunan infrastruktur masif di era Jokowi. Bahkan pembangunan itu tidak terpusat di Jawa, melainkan terdistribusi secara merata di seluruh Indonesia, termasuk ke Papua dengan pembangunan Trans Papua yang memberi kemudahan akses warga.


"Saya kira selama Jokowi presiden, ini cukup drastis masalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur," kata Abdullah sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (26/5).

Sementara itu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memastikan pembangunan yang dilakukan Jokowi akan menciptakan peradaban dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat, terkhusus di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Mantan panglima TNI itu juga memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan itu telah sesuai rencana dan akan menghubungkan antar daerah di negeri ini.

"Dengan adanya konektivitas yang terbangun, yang bisa menghubungkan dengan daerah-daerah terpencil yang terisolasi, maka peradaban manusia akan menjadi cepat berkembang," kata Moeldoko.

Kehadiran infrastruktur, sambungnya, diharapkan bisa membuat kesenjangan dapat teratasi. Namun lebih dari itu, pembangunan ini sangat diharapkan bisa semakin menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan saling memiliki.

"Yang lebih penting lagi adalah membangun nasionalisme, membangun wawasan kebangsaan, dan keterikatan," tutur Moeldoko.

Adapun peneliti ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira Adhinegara menyebut bahwa pembangunan yang kini digemcarkan Jokowi memang belum berbuah hasil signifikan. Namun, semua itu akan sangat terasa bagi rakyat pada dua puluh tahun ke depan.

"Dalam sepuluh tahun ke depan diharapkan infrastruktur jalan tol, jembatan, pelabuhan bisa menurunkan logistik cost, sehingga barang-barang bisa lebih murah," tukasnya. [nes]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya