Berita

Dunia

Trump: No Hard Feeling, Semua Bermain

JUMAT, 25 MEI 2018 | 23:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak punya hard feeling terhadap Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea.

Setelah mengirimkan sepucuk surat kepada pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, pada hari Kamis kemarin (24/5) yang isinya membatalkan rencana pertemuan Trump dengan Kim, hari Jumat ini (25/5), Trump kembali mengatakan dirinya dirinya kembali mempertimbangkan untuk bertemu Kim pada tanggal 12 Juni.

Trump tersinggung atas pernyataan pejabat Kemenlu Korea Utara yang menyebut Wakil Presiden Mike Pence tidak intelek. Sementara sang pejabat Kemenlu Korea Utara itu lebih dahulu tersinggung karena Pence dianggap mengancam akan membuat Korea Utara seperti Libya.


Tak lama setelah surat Trump itu, Kim menyampaikan pernyataan yang intinya ingin melanjutkan dialog.

"Kami ingin memberitahukan kepada pihak AS sekali lagi bahwa kami punya keinginan duduk bersama dengan AS untuk memecahkan masalah," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Kelihatannya, pernyataan Kim ini memuaskan Trump.

"Ini pernyataan yang baik dari mereka. Kita lihat apa yang akan terjadi," katanya sambil menambahkan bahwa AS kini kembali melakukan pembicaraan dengan Korea Utara

Dia juga mengatakan tidak punya masalah dan tidak tersinggung dengan Korea Utara karena menyadari bahwa semua pihak memainkan permainan masing-masing.

Menteri Pertahanan James Mattis selanjutnya menjelaskan kepada wartawan bahwa urusan rencana pertemuan dengan Kim Jong Un kembali ke dilanjutkan. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya