Berita

Jokowi-Ngabalin/Net

Politik

Kehadiran Ngabalin Di Istana Bukti Pemerintah Profesional

JUMAT, 25 MEI 2018 | 08:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kehadiran Ali Mochtar Ngabalin di lingkungan Istana akan memperkuat komunikasi pemerintah ke berbagai kalangan. Khususnya, ke kelompok ulama dan umat muslim.

Begitu kata Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali menanggapi perekrutan Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden.

Menurutnya, capaian keberhasilan pemerintah tidak akan sampai ke masyarakat jika hanya dilakukan oleh segelintir orang. Ngabalin, sambungnya, akan memperkuat tim komunikasi itu.


Dia yakin penambahan jumlah personil di lingkaran dalam Istana akan berbanding lurus dengan upaya penyebarluasan informasi keberhasilan pemerintah

"Karena sebagus apapun yang telah dikerjakan, jika tapi tidak ada yang mengomunikasikan ke pihak luar (masyarakat), tentu tidak akan tahu sudah berbuat apa. Pak Ali Mochtar Ngabalin diharapkan dapat memperkuat tim (komunikasi)," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis kemarin (24/5).

Lebih lanjut, Amali memuji keputusan menunjuk Ngabalin yang diambil oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Menurutnya, keputusan itu menunjukkan bahwa Moeldoko tidak menunjuk orang berdasarkan kepentingan politik, melainkan atas sisi profesionalitas.

"Ini karena profesionalitas, lebih kepada background, komunikasi, dan jaringan beliau ke kalangan pesantren, umat. Beliau juga pernah di DPR, sehingga background politiknya juga luas," paparnya.

Sementara itu, Ngabalin memastikan bahwa tawaran masuk lingkaran Istana itu diterima karena dia ingin meredam seluruh kebencian yang ada di masyarakat.

"Anda harus redamkan seluruh kebencian, itu pikiranku. Karena itu saya mau datang ke sini," ujarnya di Istana Negara, Kamis (24/5).

Setelah masuk ke lingkar Istana, Ngabalin memuji kinerja Presiden Joko Widodo dan segenap jajaran yang selalu memikirkan nasib rakyat dan kepentingan bangsa. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk terus memberikan dukungan penuh kepada pemerintah.

"Saya sudah ketemu bapak Presiden, saya sudah datang ketemu kepala staf, kepala divisi, deputi menteri, apa segala subhanallah di sini tiada hari orang berpikir tentang kepentingan bangsa dan negara berpikir tentang kepentingan umat," kata Ngabalin. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya