Berita

Mike Pompeo/Net

Dunia

Korut Inginkan Bantuan Ekonomi Dan Jaminan Keamanan Dari AS

KAMIS, 24 MEI 2018 | 03:59 WIB | LAPORAN:

Korea Utara (Korut) menginginkan bantuan ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan jaminan keamanan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menjelaskan, dari dua kali pertemuan dengan pimpinan Korut, Kim Jong-Un sepertinya akan ada hasil yang baik.

"Kami optimis bahwa kami dapat mencapai hasil yang akan bagus untuk dunia," kata Pompeo seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/5)


Adapun pertemuan dilakukan guna mempersiapkan dasar untuk pertemuan puncak dengan Presiden Donald Trump, 12 Juni mendatang.

Menurut Mike Pompeo, dia dan Kim Jong-un banyak membahas banyak hal. Salah satunya tentang tujuan bersama AS-Korut.

"Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menemukan kesamaan. Tetapi Jong-un telah berbagi secara terbuka bahwa ia memahami bahwa pertumbuhan ekonomi bagi rakyatnya, kesejahteraan rakyatnya, tergantung pada pergeseran strategis," imbuhnya.

Dalam pertemuan yang terjadi dalam dua pekan itu, Pompeo menjelaskan kepada Jong-un pandangan AS tentang langkah apa yang perlu diambil Pyongyang, termasuk pekerjaan verifikasi, untuk menunjukkan denuklirisasi nyata.

"Ia menjelaskan bahwa penting baginya bahwa ketika saatnya tiba, ketika tujuan-tujuan itu tercapai, dia pada gilirannya akan menerima bantuan ekonomi dari Amerika dalam bentuk pengetahuan bisnis dan pengetahuan sektor swasta," jelasnya.

Pompeo menambahkan, Kim Jong-un juga menginginkan jaminan keamanan dari dunia, akhir dari status yang pas antara Korea Selatan dan Korea Utara, dengan tujuan akhir perjanjian perdamaian. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya