Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro/Net

Dunia

14 Dubes Tinggalkan Venezuela

Maduro Menang Pemilu
RABU, 23 MEI 2018 | 09:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mendapat reaksi keras dari komunitas internasional usai kembali memenangkan pemilu pekan lalu. Maduro berhasil memastikan posisinya sebagai presiden untuk periode kedua.

Namun, hasil pemilu ini diklaim curang. 14 duta besar termasuk Argentina, Brazil, dan Kanada telah angkat kaki dari Caracas sebagai protes. Bahkan sebelum pemilihan berlangsung, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan lebih dari selusin negara Amerika Latin mengatakan mereka tidak akan mengakui hasil pemilu Venezuela.

Kini, Meksiko, Kolombia, Chile, Panama dan Peru ber­bondong-bondong turut me­nangguhkan hubungan diplo­matik mereka dengan Caracas. Namun, Rusia, El Salvador, Kuba, dan China justru mem­beri selamat kepada Presiden Maduro atas kemenangannya dalam pemilu terakhir.


China mengatakan, setiap pihak harus menghormati pilihan yang dibuat rakyat Venezuela. Presiden Rusia Vladimir Putin berharap Maduro sukses dalam menyele­saikan masalah sosial dan ekono­mi yang dihadapi negara.

Sanksi Ekonomi AS


Amerika Serikat member­lakukan sanksi ekonomi baru terhadap Venezuela, yang bertujuan mencegah para pe­jabatnya menjual aset minyak negara sebagai imbalan suap.

Presiden Trump menga­takan, "Kami menyerukan rezim Maduro untuk memulihkan demokrasi, mengadakan pemilihan umum yang bebas dan adil, membebaskan semua tahanan politik segera dan tanpa syarat, dan mengakhiri penindasan dan perampasan ekonomi rakyat Venezuela."

Senada dengan Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence sebelumnya mengecam pemilu tersebut sebagai "palsu" dan "tidak sah".

Negeri Paman Sam telah menjatuhkan sanksi pada Maduro dan para pembantu seniornya, serta melarang perusahaan AS bertransaksi bisnis dengan Caracas dan perusahaan minyak setempat.

"Amerika Serikat berdiri dengan negara-negara demokra­tis untuk mendukung rakyat Venezuela dan akan mengambil tindakan cepat pada isu ekono­mi dan diplomatik, guna men­dukung pemulihan demokrasi mereka," pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo

Warga Venezuela kini tengah mengalami krisis ekonomi besar-besaran. Mereka kesu­litan mendapat makanan akibat minimnya pasokan di pasar. Sementara itu, nilai mata uang di Venezuela pun makin tidak berharga. Alhasil, kebanyakan warga Venezuela terpaksa makan sekali sehari akibat krisis ini.

Mayoritas warga Venezuela menyebut mereka tengah men­jalani "puasa Maduro" sebagai bentuk sindiran kepada presiden mereka. Kondisi perekonomian Venezuela terus memburuk pas­ca kekuasaan dipegang Maduro selepas wafatnya Hugo Chavez pada 2014. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya