Berita

Gladys Urbaneja Duran/RMOL

Dunia

Kemenangan Maduro Bukti Venezuela Junjung Tinggi Demokrasi

RABU, 23 MEI 2018 | 02:53 WIB | LAPORAN:

Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang aman, tertib, damai dan berintegritas menjadi bukti bahwa Venezuela adalah negara yang menjunjung tinggi demokrasi.

Duta Besar Venezuela Untuk Indonesia, Gladys Urbaneja Duran mengatakan, pemilihan presiden yang berlangsung pada Minggu kemarin (20/5) merupakan tanda bahwa Venezuela berhasil membebaskan diri dari ancaman negara lain yang tidak mengakui demokrasi di negara tersebut.

"Sejarah menunjukkan bahwa Venezuela berhasil menunjukkan eksistensinya berdiri sejajar dengan negara lain di Amerika Latin dan dunia. Sejarah dua kali mencatat bahwa Venezuela dua kali berhasil menjalankan pemilu aman dan independen,” Ujar Gladys saat berbincang dengan redaksi, Selasa (22/5).


Meski demikian, lanjutnya, tugas Presiden Terpilih Venezuela, Nicolas Maduro masih panjang. Utamanya, dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh warganya.

Di sisi lain, kemenangan Maduro adalah peristiwa sejarah yang harus diingat oleh masyarakat dunia. Karena di tengah tekanan dan ancaman negara lain seperti Amerika Serikat, Maduro justru terus maju tanpa kenal takut menyatakan diri siap membangun Venezuela sebagai negara berdaulat, bermartabat dan tidak akan tunduk pada siapapun.

"Masyarakat Venezuela berhasil melakukan pemilu damai di tengah tekanan negara lain lewat embargo ekonomi yang membuat keuangan negara jatuh. Tapi  pemilu presiden tetap berlangsung,” katanya.

Untuk diketahui, Presiden Venezuela, Nicholas Maduro yang baru saja memenangkan pemilihan umum di negaranya mengumumkan pengusiran 2 diplomat Amerika Serikat (AS).

Maduro mempersona non gratakan 2 orang top diplomat AS karena dituding melakukan perlawanan terhadap Pemerintah Venezuela yaitu Todd Robinson dan Brian Naranjo.

Pengumuman persona non grata terhadap 2 diplomat AS ini diumumkan Maduro melalui pidatonya di televisi pada Selasa (22/5).

Dia mengecam keras sanksi ekonomi yang dijatuhkan Pemerintah AS terhadap Venezuela. [sam]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya