Berita

Foto:RMOL

Hukum

KPK Dalami Kesaksian Keponakan Setya Novanto

SELASA, 22 MEI 2018 | 14:31 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami ucapan tersangka kasus KTP-el Irvanto Hendra Pambudi yang menyebut nama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menerima sejumlah uang dari proyek KTP-el.

"Nanti akan kita dalami dahulu informasi tersebut. Apakah ada bukti-bukti lain yang mendukung juga perlu ditelusuri," ujar Jurubicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (22/5).

Keponakan mantan Ketua DPR Setya Novanto itu menyebutkan bahwa dirinya pernah memberikan sejumlah uang kepada anggota DPR. Ia mengatakan hal tersebut dalam persidangan kasus KTP-el dengan terdakwa Anang Sugiana Sudihardjo.


Selain itu Febri juga mengatakan bahwa pihaknya akan mencermati fakta-fakta yang muncul di persidangan serta pihaknya akan melihat kesesuaian fakta tersebut dengan bukti-bukti yang lain.

"Fakta-fakta persidangan pasti kita cermati, yang perlu dipahami dalam pembuktian sebuah keterangan tidak bisa berdiri sendiri. Harus dilihat kesesuaiannya dengan bukti lain," tukasnya.

Sebelumnya Irvanto menyebut ada sejumlah anggota DPR yang menerima aliran uang dari proyek KTP-el tersebut.

Selain menyebut nama politisi Partai Golkar Markus Nari dan Melchias Markus Mekeng, Irvanto juga menyebut nama lain yang diduga ikut menikmati aliran uang panas tersebut diantaranya adalah Nurhayati Ali Assegaf. Nurhayati disebut telah menerima uang dari proyek tersebut sejumlah 100 ribu dolar AS.

Irvanto juga diperiksa penyidik KPK pada hari ini meskipun namanya tidak ada dalam jadwal pemeriksaan yang dikeluarkan oleh pihak komisi anti rasuah. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya