Bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kesal dengan berbagai tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Dia merasa diperlakukan bak maling sepekan terakhir.
Menurut Najib, selama menÂjabat dia sama sekali tidak perÂnah mencuri uang rakyat.
"Saya tidak mencuri. Orang-orang di sini tahu saya tidak mencuri selama 42 tahun saya memimpin," terang Najib saat menghadiri rapat anggota ParÂtai rganisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) di Penang, Malaysia, Minggu (20/5).
Dia menuding kasus ini dibuat sebagai serangan politik untuk menghancurkan citranya dan UMNO, serta koalisi Barisan NaÂsional yang pernah dipimpinnya.
"Saya menjadi sasaran karena saya adalah perdana menteri dan pemimpin partai politik. Jadi jika nama saya tercoreng, otomatis nama UMNO juga tercoreng," cetusnya.
Dia menyebut bahwa dirinya ikhlas menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Mahathir Mohamad.
"Ada orang-orang yang mengatakan bahwa saya tidak akan menyerahkan kekuasaan secara damai. Tapi itu tidak terjadi," lanjutnya.
Najib bertekad akan terus memperjuangkan UMNO meski tak lagi menjadi pemimpinnya dan Barisan Nasional tidak lagi mengendalikan Putrajaya.
"Saya siap menerima kekaÂlahan dengan hati terbuka tapi kami harus terus berjuang untuk rakyat, dan menunjukkan keÂpada rakyat bahwa kami tulus," tukasnya.
Hasil pemilu Malaysia 2018 memang mengejutkan. PakaÂtan Harapan yang dinakhodai Mahathir sukses merebut 121 kursi parlemen. Akibatnya, tahta Barisan Nasional selama enam dekade tumbang.
Koalisi Pakatan Harapan juga memenangkan pemilu di enam negara bagian, yaitu Penang, Selangor, Malaka, Negeri SemÂbilan, Johor dan Kedah.
Kini, Najib menghadapi tekaÂnan atas tuduhan kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Penggeledahan rumah dan apartemennya pun telah diÂlakukan sejak pekan lalu. Polisi menyita 234 kotak yang berisi tas mewah, uang dan perhiasan. ***