Lembaga anti korupsi Malaysia, Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), kembali memanggil bekas Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.
Menurut Wakil Ketua SPRM Datuk Seri Azam Baki di Kuala Lumpur, kemarin, pihaknya telah menyerahkan surat panggilan keÂpada Najib Razak untuk hadir ke kantor SPRM, Selasa (22/5).
Najib diharapkan hadir untuk membantu penyelidikan kasus SRC International, yang sebelÂumnya merupakan perusahaan afiliasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB)
"Saya menolak pernyataan pengacara Dato' Seri Najib Datuk Harpal Singh Grewal bahwa pegawai SPR Makan hadir ke rumah beliau untuk merekam pendapatnya," tegas Azam Baki.
"Saya menolak pernyataan pengacara Dato' Seri Najib Datuk Harpal Singh Grewal bahwa pegawai SPR Makan hadir ke rumah beliau untuk merekam pendapatnya," tegas Azam Baki.
Harpal adalah pengacara NaÂjib. Adapun surat panggilan tersebut telah diserahkan kepada Najib pada Jumat (18/5).
Seperti diketahui, Najib diÂduga terlibat skandal penyalahÂgunaan dana 1MDB, sebuah BUMN Malaysia yang menguÂrus investasi di negeri jiran itu dan didirikan Najib. Dia telah berkali-kali menyangkal terlibat dalam kasus ini.
Penyelidikan korupsi di 1MDB tidak hanya diperiksa di Malaysia. Setidaknya enam negara lain, di antaranya Swiss dan AS, juga tengah menginvesÂtigasi kasus tersebut.
Beberapa hari lalu, rumah Najib digeledah polisi terkait kasus yang sama. Tercatat 284 boks yang di antaranya berisi tas mewah, perhiasan, dan uang tunai disita.
Dia juga disebut telah mengaÂjukan permintaan perlindungan saksi kepada aparat terkait karÂena khawatir terhadap keselamaÂtan keluarganya.
Mirip Imelda MarcosPada awal 2015 ketika MaÂlaysia diguncang unjuk rasa menentang rencana pemerintah menaikkan pajak konsumsi, Rosmah Mansor, istri Najib mengeluhkan naiknya upah para penata rambutnya.
Rosmah mengeluhkan hal itu dalam pidato di sebuah forum publik mengenai implementasi pajak tersebut. Dia mengeluh harus mengeluarkan 1.200 ringÂgit (Rp 4,2 juta) hanya untuk sekali perawatan rambut, paÂdahal saat itu upah minimum di Malaysia hanya 900 ringgit (Rp 3,2 juta) per bulan.
Tak pelak keluhan Rosmah itu membuat marah banyak warga Malaysia yang memang sudah tahu soal jam tangan mewah dan tas mewah yang sering dipakai Rosmah saat tampil di depan publik bersama suaminya.
Karena media massa sanÂgat diawasi penguasa, hanya sedikit yang berani mengkritik gaya hidup mewah Rosmah itu. Tetapi kini, setelah polisi menyita ratusan tas mewah terÂmasuk tas supermahal Hermes, serta setumpuk perhiasan dari unit apartemen di mana keluarga Najib tinggal, rakyat Malaysia seketika menyoroti Rosmah.
Banyak warga Malaysia yang menyamakan Rosmah dengan Imelda Marcos yang meningÂgalkan sekitar 1.200 pasang seÂpatu ketika suaminya Ferdinand Marcos digulingkan dari jabatan presiden Filipina pada 1986.
Rosmah membela habis-haÂbisan selera mewahnya itu. "Ada aksesoris dan pakaian yang saya beli dari uang saya sendiri. Apa yang salah dari situ?" kata RosÂmah (66) dalam autobirografinya pada 2013, ketika menjawab kritik terhadap gaya hidup jet-setnya itu.
"Sebagai wanita dan istri seorang pemimpin, saya harus kelihatan menarik, terawat dan memperhatikan penampilan saya. Akan memalukan Malaysia jika negara lain mengolok-olok istri perdana menteri Malaysia karena berpenampilan acak-acakan," kata dia.
Rosmah telah mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi dampak penggerebakan itu yang akhirnya malah membuat media massa mengekspos gaya hidup mewahnya.
Rosmah meminta pihak berÂwenang mematuhi aturan hukum dan menghindarkan peradilan publik. Dia malah menyatakan proses penyelidikan atas dirinya telah bocor ke publik karena meÂmang dibocorkan, termasuk rinÂcian barang-barang yang disita.
Pemerintahan baru sedang meÂnyelidiki dugaan penipuan dan korupsi dana negara (1MDB), yang didirikan Najib. Pihak berÂwenang Amerika Serikat mengaÂtakan, Najib menerima hampir 700 juta dolar atau sekitar Rp 9,8 triliun dana yang diselewengkan dari 1MDB.
Najib membantah keras telah melakukan pelanggaran. ***