Berita

Foto: Net

Politik

Setelah Kaos, Kini #2019GantiPresiden Ada Lagunya

MINGGU, 20 MEI 2018 | 04:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keinginan rakyat untuk mengganti presiden di Pilpres 2019 makin masif.

Jika sebelumnya keinginan itu disuarakan dalam bentuk tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden, kemudian menjalar ke gelang hingga kaos. Kini seruan itu tertuang dalam sebuah lagu.

Lagu itu berjudul “2019 Ganti Presiden”. Lagu ini viral melalui WhatsApp Group dan tersedia di beberapa chanel YouTube.


Digambarkan dalam lagu tersebut tentang kondisi hidup di Indonesia yang kian susah. Rakyat susah mencari kerja, sementara harga-harga terus merangkak naik.

Kebutuhan dasar seperti sembako, listrik dan BBM terus menaik dan membuat hidup semakin sulit. Atas alasan itu, pecipta seolah ingin ada perubahan di pucuk pimpinan negeri ini. Diharapkan tahun 2019 segera datang dan bisa mengganti presiden dengan yang lebih cinta para rakyat dan tak pandai berbohong.

Berikut kutipan lirik lagu “2019 Ganti Presiden” tersebut.


Dulu kami hidup tak susah
Mencari kerja sangat mudah

Tetapi kini, pengangguran
Semakin banyak nggak karuan

10 juta lapangan kerja
Tetapi bukan untuk kita

Kerja, kerja, kerja, buruh aslinya kerja
Anak, anak, bangsa tetap nganggur aja

Di sana sini orang menjerit
harga-harga selangit hidupnya yang sulit

Sembako naik, listrik naik
Di malam buta bbm ikut naik

(buset)…

Pajak mencekik usaha sulit
Tapi korupsi subur pengusahanya makmur

Rumah rakyat kau gusur, nasib rakyat yang kabur
Awas awas kursimu nanti tergusur

Beban hidup kami sudah nggak sanggup
Penggennya cepat-cepat tahun depan

2019 ganti presiden
Kuingin presiden yang cinta pada rakyatnya

2019 ganti presiden
Kuingin presiden yang tak pandai berbohong

2019 ganti presiden
Kuingin presiden yang cerdas gagah perkasa

2019 ganti presiden
Bukan presiden yang suka memenjarakan ulama
Dan rakyatnya ye ye

Beban hidup kami udah nggak kuat
Maunya cepat-cepat tahun depan.
[ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya