Berita

Donald Trump dan Xi Jinping/Net

Dunia

Demi Pertumbuhan Ekonomi Dan Lapangan Kerja, AS Perbaiki Hubungan Dagang Dengan China

MINGGU, 20 MEI 2018 | 02:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Elite Pemerintah China dan Amerika Serikat terlibat pembicaraan konstruktif mengenai perdagangan di Washington, Sabtu (19/5).

Konsultasi dagang yang merupakan arahan dari Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Steven T. Mnuchin, Sekretaris Perdagangan Wilbur L. Ross, dan Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Robert E. Lighthizer. Sementara delegasi China diwakili oleh Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Liu He.

Konsultasi ini menghasilkan konsensus tentang pengambilan langkah-langkah efektif untuk secara substansial mengurangi defisit perdagangan barang AS dengan China.


Dalam memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus meningkat dari penduduk China dan kebutuhan untuk pengembangan ekonomi berkualitas tinggi, China akan secara signifikan meningkatkan pembelian barang dan jasa dari Amerika Serikat. Ini akan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan di Amerika Serikat. Begitu seperti dikutip CNBC, Minggu (20/5).

Kedua belah pihak juga menyetujui peningkatan yang berarti dalam ekspor pertanian dan energi Amerika Serikat. Sebagaimana termaktub dalam pernyataan bersama kedua negara, Amerika Serikat akan mengirim tim ke China untuk mengetahui detailnya.

Kedua delegasi juga membahas perluasan perdagangan barang dan jasa manufaktur. Ada konsensus tentang perlunya menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk meningkatkan perdagangan di bidang-bidang ini.

Kedua belah pihak akan mementingkan perlindungan kekayaan intelektual dan setuju untuk memperkuat kerja sama. China akan melakukan amandemen yang relevan dengan hukum dan peraturannya di bidang ini, termasuk Hukum Hak Paten.

Dalam pernyataan bersama disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat mendorong investasi dua arah dan berusaha menciptakan arena bermain yang adil dan seimbang untuk kompetisi.

Kedua belah pihak sepakat untuk terus terlibat di level tinggi pada isu-isu ini dan berusaha menyelesaikan masalah ekonomi dan perdagangan mereka secara proaktif. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya