Berita

Jokowi/Net

Politik

Penambahan Staf Khusus Presiden Jangan Karena Politik

KAMIS, 17 MEI 2018 | 22:54 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pengamat Politik The Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, mewanti-wanti Presiden Joko Widodo agar keputusannya dalam menambahkan Staf Khusus Presiden baru-baru ini atas dasar kebutuhan riil, bukan sekedar pertimbangan politik akomodatif saja.

"Pembentukan institusi pembantu presiden atau penambahan Staf Khusus Presiden hendaknya didasarkan pada kebutuhan riil, tidak boleh sekadar pertimbangan politik akomadatif," ujar Karyono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jakarta, Kamis (17/5).

Meskipun pendekatan politik akomodatif dalam mengangkat pejabat pemerintahan atau pembantu presiden sebagai suatu hal lumrah sebagaimana yang terjadi di negara lain, menurutnya pendekatan tersebut tetap membutuhkan pertimbangan yang matang.


"Alangkah baiknya disertai pertimbangan kemampuan dan kompetensi agar tugas-tugas dalam membantu kinerja presiden berjalan efektif dan efisien, sehingga penambahan (Stafsus) tidak sekedar pemborosan anggaran," paparnya.

Presiden Jokowi telah menambah empat staf khusus kepresidenan yang baru. Dengan tambahan ini maka jumlah stafsus Jokowi menjadi sembilan orang.

Adapun keempat Staf Khusus Presiden yang baru diangkat yaitu Abdul Ghofarrozin, Siti Ruhaini Dhzuhayatin, Adita Irawati, dan Ahmad Erani Yustika. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya