Berita

Alieu Secka dan Mansyur Pangeran/KBRI Dakar

Dunia

Dubes RI Dakar Lantik Konsul Kehormatan RI Di Banjul

KAMIS, 17 MEI 2018 | 14:35 WIB | LAPORAN:

Awal pekan ini ,Duta Besar RI Dakar, Mansyur Pangeran telah melantik dan mengambil sumpah Chief Executive Officer (CEO) Kamar Dagang dan Industri Gambia (GCCI) bernama Alieu Secka, sebagai Konsul Kehormatan RI di Banjul, Gambia.

Alieu Secka ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan RI berdasarkan Surat Tauliah Presiden Republik Indonesia tertanggal 23 Oktober 2017 tentang Pengangkatan Tuan Alieu Secka sebagai Konsul Kehormatan RI di Banjul, Republik The Gambia.

Pelantikan Alieu Secka sebagai Konsul Kehormatan RI yang berkedudukan di Banjul, Gambia, telah menjadi sejarah baru penguatan hubungan diplomasi antara kedua negara. Konsul Kehormatan yang berperan sebagai kepanjangan tangan pemerintah RI diyakini akan banyak membantu KBRI Dakar dalam memperkuat kerja sama di berbagai bidang antara Indonesia dan Gambia.


Alieu Secka yang masih memiliki hubungan saudara dengan Wakil Presiden Gambia, Fatoumata Tambajang, memiliki akses yang luas ke instansi pemerintah bahkan hingga ke tingkat presiden. Ia juga selalu berperan aktif dalam membantu misi dan tugas KBRI Dakar ketika ada delegasi RI yang berkunjung ke Gambia.

Selain itu, Alieu Secka adalah seorang manajer bisnis yang sukses dengan rekam jejak yang terbukti dalam kepemimpinan dan keterlibatan dengan Pemerintah, sektor swasta dan lembaga internasional.

Dalam karirnya selama 20 tahun, Alieu Secka telah mencapai tonggak penting dan memimpin transformasi penting di sektor swasta melalui advokasi positif dan tata kelola perusahaan.

Pengaruh Alieu Secka dapat dimanfaatkan oleh pemerintah RI guna mempromosikan kepentingan nasional RI untuk peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

“Adanya Konsul Kehormatan RI di Banjul akan sangat membantu persiapan KBRI serta kemudahan akses yang diperlukan untuk koordinasi utamanya menjelang kedatangan Delegasi Republik Indonesia pada KTT OKI bulan November 2019di Gambia," demikian Dubes Mansyur sebagaimana rilis dari Sekretaris II Kepala Informasi, Sosial dan Budaya KBRI Dakar yang diterima redaksi, Kamis (17/5).

Acara pelantikan berlangsung dengan sederhana, khidmat dan protokoler. Prosesi pelantikan dimulai dari pengambilan sumpah jabatan oleh Dubes RI, penyerahan Surat Tauliah asli yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, penyematan badge Konsul Kehormatan RI Banjul, dan pemberian atribut lambang negara RI untuk dipasang di kantor Konsul Kehormatan di Banjul dan tempat kediamannya.

Dalam sambutannya, Dubes Mansyur menyampaikan tugas-tugas pokok sebagai seorang Konsul Kehormatan sebagaimana diatur dalam Vienna Convention on Consular Relations 1963 khususnya yang terkait dengan kepentingan nasional Indonesia yang mencakup kegiatan representing, promoting, negotiating, protecting dan reporting.

Dubes Mansyur juga menegaskan agar dalam menjalankan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai Konsul Kehormatan RI, hendaknya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945.

"Seorang Konsul Kehormatan diharapkan dapat bekerja secara jujur, adil, dan cermat serta mengutamakan kepentingan nasional RI diatas kepentingan pribadi atau golongan ketika mengurus kepentingan negara dan warga negara Indonesia di Gambia," kata Dubes Mansyur.

Hadir pada acara pelantikan yakni Duta Besar Gambia untuk Senegal, Ebrima Ndure, Presiden KADIN Gambia, Duta Besar Jagana, beberapa tamu pengusaha dari Gambia, seluruh Home Staff dan Local Staff KBRI Dakar, serta Ketua dan Anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Dakar.[wid]





Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya