Berita

AGK-YA/Net

Nusantara

Ghani Kasuba: Puasa Momentum Perdalam Ajaran Agama Dan Lawan Paham Radikal

RABU, 16 MEI 2018 | 14:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepolisian Daerah Maluku Utara baru saja menginstruksikan kepada jajaran polres dan polsek untuk meningkatkan kewaspadaan dan menetapkan siaga satu pascabom bunuh diri di Surabaya dan terakhir penyerangan terhadap Mapolda Riau.

Calon Gubernur Malut yang diusung PDIP dan PKPI Abdul Ghani Kasuba (AGK) mengungkapkan rasa prihatin dengan banyaknya aksi teror yang banyak memakan korban jiwa.

AGK menghimbau kepada masyarakat Malut untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan dan ketertiban di bumi Moloku Kie Raha.


"Saya berharap kepada masyarakat Malut untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yang sudah berjalan sangat baik. Kami berharap aksi teror ini tidak terjadi di Malut yang sangat kita cintai ini," kata dia dalam keterangannya, Rabu (16/5).

AGK yang maju di Pilgub Malut 2018 berpasangan dengan M. Al Yasin Ali (YA) ini mengungkapkan aksi teror yang mengatasnamakan Islam merupakan kesalahan besar dan tidak benar. Dalam ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah SAW adalah Islam rahmatan lil alamin yang memberi kebaikan kepada semua umat manusia.

"Dalam ajaran Islam tidak ada perintah melakukan perusakan rumah ibadah umat lain apalagi membunuh semena-mena. Aksi teror ini dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam," ujar AGK yang bersama YA mendapatkan nomor urut 3.

Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, AGK berharap seluruh umat Islam di Malut untuk menjaga diri dan memperkuat persatuan serta kesatuan dalam memerangi aksi teror yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Bulan puasa bisa dijadikan momentum untuk memperdalam ajaran Islam dan beribadah sesuai yang diajarkan Rasulullah sehingga tidak terjebak pada paham radikal.

"Malut punya pengalaman dalam konflik agama. Saya sangat berharap kepada warga Malut di bulan Ramadhan ini tetap menjaga diri dan jangan mau terpancing isu-isu yang disampaikan oleh oknum tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Tidak lupa, cagub petahana ini pun mengucapkan kepada semua warga Malut selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga dalam bulan yang penuh rahmat ini, Malut tetap aman dan tidak terjadi aksi teror. "Pada bulan suci dan penuh rahmat ini, Malut diberikan perlindungan dan dijauhkan dari aksi-aksi teror yang bisa mengganggu ketenangan serta kedamaian yang sudah terjalin lama," imbuh AGK.

Sementara itu, M. Al Yasin Ali menjelaskan aksi teror di Surabaya yang menggunakan perempuan dan anak-anak sebagai pengantin merupakan perbuatan yang sangat keji dan tidak beradab.

"Dalam Islam anak merupakan titipan dan karunia dari Allah SWT yang harus dijaga serta dilindungi. Menggunakan anak dalam aksi terorisme sudah bertentangan dengan Islam dan kemanusian," ungkap YA.

Menyambut bulan Ramadhan ini, YA yang merupakan mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode ini meminta kepada seluruh orang tua khususnya di Malut untuk memberikan pendidikan tentang saling menghargai sesama umat beragama, menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Hal ini dilakukan agar anak-anak di Malut tidak terjebak dalam paham radikal yang ingin merusak Pancasila.

"Pendidikan kepada anak seusai dengan Pancasila bisa menghindarkan anak-anak terjebak dalam paham radikal. Bila itu diajarkan anak-anak akan tumbuh sebagai seseorang yang mau berjuang demi terus berdirinya NKRI," tutupnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya