Berita

Foto: Net

Politik

Penanggulangan Teroris Poin Penting Dalam OMSP

RABU, 16 MEI 2018 | 11:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang terjadi dari tahun 2004 hingga 2017 dikupas tuntas dalam disertasi milik Analisis Kebijakan Bidang Rencana Kontijensi Politik dan Keamanan di Kedeputian Politik dan Strategi Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas), Budi Pramono.

Dalam disertasi yang berhasil membawanya meraih predikat gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional itu, Budi meneliti pelaksanaan OMSP pasca penetapan UU 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tahun 2004 hingga 2017.
 
Disertasi ini mengupas tentang bagaimana perjalanan pelaksanaan OMSP TNI selama 13 tahun berjalan, berkenaan dengan OMSP seperti bantuan tugas dalam bencana alam, penjagaan wilayah perbatasan, pengamanan perairan, hingga tentang penanggulangan dan penanganan aksi terorisme.


Budi menyebut bahwa penelitiannya ini sangat penting dalam menjawab dinamika yang terjadi di Indonesia saat ini tentang terorisme. Menurutnya, penanggulangan terorisme merupakan salah satu poin penting dalam OMSP.

“Terlebih, terkait dengan peristiwa yang terjadi beberapa hari ke belakang, tidak berlebihan kiranya disertasi ini dapat menjadi salah satu referensi akademis ditengah maraknya aksi teroris akhir-akhir ini, dimana penanggulangan terorisme merupakan salah satu poin penting dalam OMSP,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (16/5).

Budi Pramono merupakan lulusan Akmil tahun 1988. Ia pernah mengikuti Suslapa II di Manly Australia pada tahun 1996 lalu ke Inggris pada tahun 1998 untuk meraih gelar S2.

Budi kemudian bersekolah di Command and General Staff College di Filipina pada tahun 2001 dengan predikat kelulusan Honor Graduate.

Dia pernah menetap selama tiga tahun di Iran sebagai Atase Pertahanan (Athan) sekaligus sebagai “Dean” dari MAAT (Military Atache Association in Tehran) yang juga membawahi Irak, Azerbaijan dan Turkmenistan, pada tahun 2009 hingga 2012. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya