Berita

Pertahanan

Teroris Indonesia Rekrut Calon Pengantin Lewat Pengajian

RABU, 16 MEI 2018 | 11:48 WIB | LAPORAN:

. Pengamat terorisme Solahudin mengatakan jaringan teroris dunia termasuk Indonesia menggunakan media sosial secara maksimal untuk mengembangkan paham radikalisme.

Yang berbeda dengan jaringan terorisme di Indonesia, mereka hanya menggunakan media sosial untuk menyebarkan paham radikalisasi, sementara rekrutmen calon pengantin dilakukan lewat pengajian.

"Di Indonesia, radikalisasi betul lewat media sosial, tapi proses rekrutmen (calon pengantin) dilakukan secara offline, tatap muka," kata Solahudin dalam diskusi 'Cegah dan Perangi Aksi Teroris' di kantor Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).


Dipilihnya tatap muka untuk proses rekrutmen ketimbang lewat media sosial kata dia karena Indonesia sangat menjunjung tinggi kebebasan berekspresi seperti berorganisasi.

"Di Indonesia ini kita punya kebebasan berekspresi dan berorganisasi. Kita dengan mudah menemukan pengajian yang berbau radikal. Kita menikmati kebebasan berekspresi dan berorganisasi," pungkas Solahudin. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya