Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Bersatu Padu Melawan Angkara Murka Kekerasan

RABU, 16 MEI 2018 | 08:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERBERITAKAN bahwa jumlah korban yang meninggal dunia pada rentetan peristiwa Tragedi 13 dan 14 Mei 2018 di Surabaya dan Sidoarjo mencapai 25 orang. 13 di antaranya adalah para tersangka pelaku terorisme.

Palestina


Pada saat nyaris bersamaan, terberitakan bahwa korban meninggal dalam aksi Unjuk Protes terhadap pemindahan mabes kedutaan besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, mencapai jumlah 58 orang.


Lebih dari 2.700 demonstran Palestina terluka pada hari Senin 14 Mei 2018 di sepanjang pagar perbatasan dengan Gaza. Setidaknya 1.350 orang terluka karena tembakan.

Namun juga terberitakan bahwa juru bicara pemerintah Israel menyatakan bahwa tidak ada korban nyawa dan sejumlah besar orang yang terdaftar sebagai korban luka “hanya” menderita inhalasi gas air mata.

Jakarta


Duapuluhtahun yang lalu pada bulan Mei 1998, dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan bagaimana kota Jakarta menjadi lautan api akibat angkara murka kekerasan yang dilakukan sesama manusia terhadap sesama manusia.

Menurut pejuang kemanusiaan Sandyawan Sumardi sebagai anggota Tim Pencari Fakta yang khusus dibentuk Presiden BJ Habibie untuk mencari fakta di balik Tragedi Mei 1998 berdasar jumlah jenazah yang berhasil dihimpun dan dihitung, jumlah korban jiwa Tragedi Mei 1998 di Jakarta adalah 1.188 insan yang mayoritas adalah wong cilik alias warga miskin.

Namun pihak pemerintah menyatakan bahwa jumlah korban yang tewas akibat angkara murka Tragedi Mei 1998 adalah “hanya” sekitar 500an orang saja.

Statistik


Pada hakikatnya, tidak ada istilah “hanya” baik dalam makna kuantitas mau pun kualitas terhadap para korban angkara murka kekerasan yang dilakukan oleh sesama manusia terhadap sesama manusia dengan mau pun tanpa alasan apapun.

Angka memang cenderung menjadi sekedar nilai statistik bagi mereka yang  tidak secara langsung mengalami derita lahir batin akibat angkara murka kekerasan yang dilakukan sesama manusia terhadap sesama manusia.

Jumlah satu korban pun sebenarnya sudah terlalu banyak bagi mereka yang merasakan sendiri pada diri sendiri betapa dahsyat derita lahir batin jatuh sebagai korban akibat kekerasan yang dilakukan sesama manusia terhadap sesama manusia yang popular disebut sebagai terorisme itu.

Apalagi bagi sanak-keluarga yang ditinggalkan para korban nyawa.

Bersatu Padu


Tak terbayangkan oleh mereka yang belum pernah mengalami pada diri sendiri betapa dahsyat beban kemelut derita lahir batin seorang ibu yang ditinggal anaknya, seorang anak yang ditinggal ibunya, seorang ayah yang ditinggal anaknya, seorang anak yang ditinggal ayahnya, seorang isteri ditinggal suami, seorang suami ditinggal isteri akibat angkara murka kekerasan yang dilakukan sesama manusia terhadap sesama manusia dengan apalagi tanpa alasan apapun.

Maka sudah tiba saatnya segenap warga Indonesia di persada Nusantara bahkan segenap umat manusia tanpa batasan jenis kelamin, suku, etnis, ras, bangsa, usia, agama, keyakinan atau apa pun di planet bumi ini berkenan bersatupadu seia-sekata bahu-membahu dalam semangat Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, menolak, menentang serta melawan angkara murka kekerasan yang dilakukan sesama manusia terhadap sesama manusia dengan atau tanpa alasan apapun. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya