Berita

Politik

Ini Motivasi Perempuan Mau Bom Bunuh Diri

RABU, 16 MEI 2018 | 02:35 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Peneliti Institute for Policy Analysis of Conflict, Navhat Nuraniyah memaparkan empat motivasi perempuan turun ke lapangan sebagai pelaku bom bunuh diri.

Pertama karena kasus pemerkosaan, kedua motif balas dendam, ketiga sebagai penghormatan, terakhir sebuah penebusan. Empat motif ini sambung Navhat merupakan kajian seorang ahli di Timur Tengah.

Menurut Navhat kasus motivasi pertama terdapat pada kelompok militer dan teroris di Nigeria, Boko Haram.


"Mereka (perempuan) diculik kemudian diperkosa, jadi mereka ini memang dipaksa (melakukan teror). Tapi di Indonesia mungkin kasus ini belum pernah terjadi ya dipaksa dengan ancaman diperkosa atau kekerasan lain itu belum ada saya rasa," paparnya saat diskusi di Rumah Pergerakan Gus Dur, Pegangsaan, Jakarta, Selasa (15/5).

Lebih lanjut, faktor mencari penghormatan diri juga sangat sering dijumpai dibanding faktor balas dendam. Faktor mencari penghormatan ini menurut Nuraniyah terbilang sulit untuk ditangani.

Kasus motivasi ini, sambung Navhat sering ditemukan pada kasus buruh Migran Indonesia yang teradikalisasi. Dengan status sosial yang rendah dan diperlakukan dengan semena-mena  mendorong untuk mencari penghormatan diri yaitu dengan bergabung bersama misi yang dianggap mulia, serta meningkatkan rasa hormat pada diri sendiri dan juga dari orang lain.

"Ini kan susah berhadapan dengan orang seperti ini, bukan pada orang yang merasa dikorbankan, tapi justru cara mereka meraih emansipasi itu dengan mengorbankan diri mereka sendiri," papar Navhat.

Motivasi lainnya yang cukup genting adalah masalah kerentanan individu seseorang yang sedang dalam proses taubat dan mencari tuntunan terhadap dirinya agar bisa menjadi lebih baik.

"Di masa perjalanan taubatnya tersebut dia bertemu ISIS misalnya, bukan karena bodoh, ini pinter orangnya, tapi mereka hanya salah arahan saja," terangnya.

Peneliti muda ini juga menambahkan faktor lainnya selain keempat motivasi tersebut yang kerap bisa ditemukan di Indonesia yaitu faktor Role Model atau Tokoh Panutan.

"Kalau di Indonesia, ada motivasi 'R' yang lain yaitu Role Model, ada contoh yang ditiru, misal organisasi tertentu," ujar Navhat. [nes]


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya