Berita

Politik

Kategori Parpol, Airlangga Paling Pantas Jadi Cawapres Jokowi

SENIN, 14 MEI 2018 | 21:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Elektabilitas kandidat wakil presiden tidak lagi menjadi pertimbangan utama lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dalam memberikan penilaian sosok yang pantas mendampingi petahana Presiden Joko Widodo.

Sebab, pada Pilpres 2009 lalu, petahana presiden bebas memilih calon pendamping, sekalipun elektabilitas kandidat itu rendah.

"Boediono dipilih SBY sebagai cawapres walau dari sisi elektabilitas, saat itu posisi Boediono sangat rendah. Artinya, ketika elektabilitas capres sudah tinggi, pertimbangan elektabilitas bukan lagi hal utama," ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (14/5).


Apalagi dalam rilis survei terbaru LSI, Jokowi tetap menjadi capres tertinggi dengan elektabilitas 46 persen.

Atas alasan itu, LSI mengembangkan indeks kelayakan cawapres dalam menentukan kandidat pendamping yang cocok bagi Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Ada sebanyak enam kriteria yang menjadi indikator, seperti dukungan partai, kemampuan menambah elektabilitas, kemampuan memerintah, akomodasi kelompok politik, kesesuaian personaliti dengan capres yang bersangkutan, dan kemampuan membawa dana kampanye.

"LSI mengundang 30 panelis untuk memberikan penilaian ahli dan skor. Dibuatkan nilai rata rata dari skor itu. Setiap indikator diberi nilai 1 sampai 10. Semakin tinggi skor semakin baik sang calon wapres," sambung Adjie.

Nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi kandidat terbai calon wakil presiden Jokowi dalam kategori latar belakang partai politik.

"Ia diikuti oleh Budi Gunawan dan Puan Maharani dari PDIP," jabarnya.

Sementara dari latar belakang militer, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendapatkan skor tertinggi. Ketua Korgasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan mantan Panglima Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo.

"Sedangkan latar belakang tokoh Islam, skor tertinggi diraih TGB Zainul Majdi, diikuti Muhaimin Iskandar dan Romy (Muhammad Romahurmuziy)," tukasnya.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya