Berita

Tito Karnavian/Net

Pertahanan

Kapolri: Aksi Teror Di Indonesia Terjadi Karena ISIS Terdesak

SENIN, 14 MEI 2018 | 13:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rangkaian aksi bom yang terjadi di Indonesia, mulai dari kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok hingga di Surabaya, terkait dengan jaringan ISIS.

Aksi teror itu dilakukan karena ISIS pusat tengah dalam desakan dan mereka memerintahkan seljaringan di seluruh dunia untuk beraksi.

Begitu kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (14/5).


Dia menjelaskan bahwa sel ISIS yang paling bereaksi di Jawa Timur adalah jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) cabang Surabaya. Sel ini dipimpin oleh Dita Oepriarto yang kemarin bersama keluarganya meledakan bom di tiga gereja di Surabaya.

“Kelompok ini melakukan langkah-langkah secara tertutup untuk melakukan serangan dengan mempersiapkan bom," kata Tito.

Sementara ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo terjadi di hunian milik Anton, teman dekat Dita. Keduanya, aktif berhubungan dan pernah berkunjung ke lapas napi terorisme tahun 2016.

"Pelaku Anton ini merupakan teman dekat saudara Dita pelaku bom bunuh diri di Gereja di Jalan Arjuna,” urainya.

Tito menjelaskan bahwa perintah ISIS pusat untuk melakukan aksi juga terjadi di pusat Kota Paris pada Sabtu (12/5). Aksi itu dilakukan oleh Khamzat Asimov, seorang warga Perancis yang lahir pada tahun 1997 di Republik Chechnya, Rusia.  [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya