Berita

Foto: Net

Dunia

Mahathir Bentuk Kabinet Ramping Dan Majelis Penasihat Kerajaan

SABTU, 12 MEI 2018 | 17:46 WIB | LAPORAN:

Mahathir Mohammad bergerak cepat pasca dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Pimpinan koalisi Pakatan Harapan itu langsung mengumumkan tiga dari sepuluh menterinya dalam "Kabinet Ramping".

Tiga menteri itu adalah Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai Menteri Dalam Negeri. Kemudian Sekjen DAP (Democratic Action Party), Lim Guan Eng yang akan memimpin Departemen Keuangan.


Kemudian, Presiden Partai Amanah Negara Mohamad Sabu yang akan memimpin Kementerian Pertahanan.

Tak hanya itu, Mahathir juga mendirikan Majelis Penasihat Kerajaan. Adapun mereka yang masuk di dalamnya, yakni mantan Menteri Keuangan Tun Daim Zainuddin, mantan Gubernur Bank Negara, Tan Sri Zeti Aziz, mantan CEO Petronas Tan Sri Hassan Merican, konglomerat Hong Kong, Robert Kuok, dan pakar ekonomi Profesor Jomo Kwame Sundaram.

Sementara tujuh menteri lain yang belum disebutkan namanya akan diumumkan oleh Mahathir, besok (Minggu, 12/5).

Adapun poisis menteri yang masih dirahasikan Mahathir adalah Menteri Ekonomi, Pendidikan, Sains dan Teknologi Multimedia; Pembangunan Pedesaan, Pekerjaan Umum, Transportasi dan Menteri Luar Negeri. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya