Berita

Arif Susanto/RMOL

Politik

Analis Politik: Politisasi SARA Penyakit Berulang

SABTU, 12 MEI 2018 | 15:58 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Analis politik Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan politisasi SARA sebagai suatu penyakit berulang dalam kontestasi kekuasaan di Indonesia.

"Sejak Pemilu 1999, isu politisasi SARA digunakan untuk memukul lawan dan menangguk dukungan massa dalam memilih, meskipun tidak semasif sekarang," ujar Arif dalam diskusi publik "Pemilu Tanpa SARA" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5).

Penyebab politisasi SARA sendiri menurutnya datang dari kesenjangan persaingan politik yang cukup besar di tengah lemahnya hukum dan etika politik di dalam lingkup masyarakat.


"Hal inilah yang kemudian dapat mendorong politikus untuk menjalankan SARA untuk memukul lawan politiknya," ujar Arif.

Politisasi SARA sendiri dinilai sebagai ekspresi politik kotor yang dapat menurunkan legitimasi hasil pemilu dan kualitas dari demokrasi.

Untuk itu upaya yang diperlukan dalam menghindari ekspresi kotor tersebut adalah dengan meningkatkan literasi politik dan media serta membuka ruang politik dialogis di tengah masyarakat.

"Masyarakat kita ini butuh pengembangan literasi politik dan media juga pemenuhan keadilan sosial, kita juga butuh politik dialogis yang mampu mempertaruhkan gagasan politik secara kritis sehingga kualitas demokrasi tersebut tetap terjaga," papar Arif. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya