Berita

Foto: RMOL

Dunia

Sibuk Urusan Dalam Negeri, Mahathir Mohamad Sulit Kendalikan ASEAN

SABTU, 12 MEI 2018 | 14:34 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Kemunculan kembali Mahathir Mohamad di kursi Perdana Menteri Malaysia tidak berarti bahwa Malaysia akan bisa kuat dalam mengendalikan ASEAN secara menyeluruh.

"Mahathir tidak mungkin mampu lagi mengendalikan ASEAN, apalagi situasi di dalam negerinya seperti ini, membereskan korupsi yang sangat luar biasa, saya pikir pekerjaan Malaysia saat ini cukup berat," kata Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elizabeth Diskusi Perspektif Indonesia di Resto Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (12/5).

Bukan hanya sibuk dengan urusan dalam negeri, faktor lain yang juga menurutnya sulit membuat Mahathir mengendalikan ASEAN juga adalah faktor usia.


Mahathir yang kini berusia 92 tahun dan merupakan pemimpin negara tertua yang terpilih di dunia dinilai tidak lagi bisa menghadirkan ide-ide segar untuk ASEAN yang semakin berkembang dan dinamis.

"Mahathir kan sudah semakin tua, tidak mungkin lagi dia punya fresh idea, saya pikir generasi mudah lebih memiliki fresh idea untuk membawa Malaysia ke arah lebih baik, jadi kalau dalam ASEAN saya pikir dinamika yang terjadi di domestiknya masih mendominasi ASEAN, sehingga ASEAN ini juga kelihatan seperti tidak tau mau kemana," demikian Adriana. [mel]

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya