Berita

Foto: Net

Dunia

Restoran Halal Khas Indonesia Dibuka Di Kazan

SABTU, 12 MEI 2018 | 03:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masakan khas Indonesia yang halal kini bisa dinikmati warga Tatarstan di Kota Kazan, Rusia.  

Seorang warga Tatarstan alumni Universitas Islam Negeri Malang, Miratullo Saidov menjadi pemrakarsa resto halal tersebut. Ia bersama pengusaha lokal, Ayrat Khakimov, mendirikan restoran khusus Indonesia yang diberi nama “Indo Food” di "GUM", salah satu pusat perbelanjaan di kota Kazan.

Restoran ini merupakan jaringan masakan halal Indonesia pertama di Kazan dan bahkan di Rusia.


Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menyempatkan diri menengok restoran itu di sela-sela kehadirannya pada konferensi internasional “Russia-Islamic World: Kazan Summit 2018”, Kamis (10/5) lalu.

“Promosi makanan Indonesia dengan konsep cepat saji seperti ini justru akan sangat efektif sekali, karena dengan mudah dinikmati publik dengan harga cukup terjangkau, dan bersertifikasi halal,” kata Dubes Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (11/5).

Republik Tatarstan adalah salah satu negara bagian di Rusia yang mayoritas warganya beragama Islam. Sementara di Rusia, warga muslim terbilang banyak karena berjumlah 25 juta orang.

“Artinya produk halal memiliki peluang yang besar,” lanjut mantan Dubes RI Abu Dhabi tersebut.

Miratullo bersama Ayrat dan seorang chef beberapa hari sebelumnya sempat menyambangi Moskow setelah mendengar adanya Indonesian Culinary Festival yang digelar oleh KBRI bersama jaringan restoran Grabli yang sangat populer di Moskow.

Dalam pertemuan dengan mereka, Dubes Wahid berjanji untuk mengirim seorang juru masak ke Kazan untuk memberi pelatihan kepada juru masak mereka.

“Rencananya kami akan buka beberapa cabang lagi di Tatarstan dan Insya Allah kami akan melebarkan sayap ke beberapa mall di Moskow juga,” kata Miratullo dengan nada optimis saat bertemu Dubes Wahid.

Beberapa menu masakan yang telah diuji coba dan akan segera menjadi menu utama antara lain nasi goreng, mi goreng, pisang goreng, jamur goreng, ayam goreng dan lainnya. “Menu seperti bakso dan soto akan menyusul kemudian,” kata Muratullo yang mengaku sebagai penggemar bakso.

Meskipun belum secara resmi dibuka, rupanya restoran “Indo Food” sudah memiliki pelanggan setia yang sebagian besar adalah mahasiswa.

“Saya belum pernah ke Indonesia tapi saya suka masakannya karena kaya rasa,” kata Leisan, seorang mahasiswi di Kazan.

“Mie goreng dan nasi gorengnya sudah enak, cocok untuk lidah Indonesia juga,” komentar Reza, salah satu mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Kazan Federal University.

Menurut rencana restoran ini akan melakukan soft launching tanggal 15 Mei 2018 dan Dubes RI diminta oleh Miratullo untuk dapat membuka secara resmi setelah Idul Fitri.

Dubes Wahid pun langsung menyanggupinya dan berjanji akan membawa tim kesenian untuk sekaligus diplomasi seni budaya, di samping diplomasi kuliner. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya