Berita

Foto/Net

Politik

Sinergi HT Dan Kader Bakal Dorong Perindo Ke 3 Besar

SENIN, 07 MEI 2018 | 19:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Persatuan Indonesia (Perindo) diprediksi menduduki posisi tiga besar partai politik di Tanah Air.

"Perindo punya ketum cerdas, mau turun, determinasi tinggi, efektif. Sinergi HT (Hary Tanoesoedibjo) dan kader akan bawa Perindo ke 3 besar," kata pengamat dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Muhammad Jacky, Senin (7/5).

Ketua Lembaga Pusat Penelitian Politik dan Agama (Puspolitika) Surabaya itu melihat Partai Perindo memiliki modal sosial yang besar. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dinilainya menjalankan parpol di bawah pola kepemimpinannya yang efektif. Kerapnya HT turun ke daerah bertemu kader menjadi poin penting Partai Perindo didukung penuh para kader.


"Hary Tanoe tidak segan untuk bersinergi dengan seluruh kadernya. Jika pola ini dipertahankan maka Partai Perindo bisa menempati tiga besar," tegasnya.

Ditambanhkannya, Hary Tanoe juga memiliki semangat yang luar biasa dan bisa menyakinkan kader-kader Partai Perindo di seluruh pelosok daerah.

Selain cerdas, dia menilai HT memiliki determinasi tinggi bisa menyakinkan kader bahwa Perindo menang. Partai Perindo sejak kemunculannya, selalu bergerak aktif dan secara sistematis menyapa warga dengan berbagai program.

Selain itu, Jacky mengingatkan, jika ingin mempertahankan posisi dan terus naik menjadi partai papan atas, Perindo harus menjaga tren positif.

"Perindo harus menjaga mesin partai bergerak dengan konsisten," pesannya.

Hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) menunjukan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) masuk 5 besar dengan suara sebanyak 5,80 persen. Survei pada 12-28 April 2018 ini menunjukan Perindo mengungguli PKB 5,70 persen, PAN 5,30 persen, Demokrat 4,60 persen, PPP 3,10 persen, Nasdem 3,10 persen, Hanura 2,30 persen, PBB 2,10 persen, PKPI 0,90 persen, Berkarya 0,70, Garuda 0,40 persen dan PSI 0,10 persen. Masyarakat yang tidak menjawab sebanyak 10,10 persen.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya