Berita

Lodewijk F. Paulus (kiri)

Politik

BEREBUT CAWAPRES JOKOWI

Sekjen Golkar: Pencalonan JK Tidak Pernah Dibahas

SENIN, 07 MEI 2018 | 15:32 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, menegaskan, partainya tidak pernah membahas pencalonan Jusuf Kalla untuk kembali menjadi wapres.

Belakangan beredar rumor bahwa Jusuf Kalla alias JK berambisi berpasangan lagi dengan Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Belum, belum dibahas, urusannya jangan kita bahas dulu," ujar Lodewijk kepada wartawan di Aula DPP Golkar, Slipi, Jakarta Pusat, Senin (7/5).


Menurutnya, sampai sekarang internal Golkar konsisten mengajukan ketua umumnya, Airlangga Hartarto, sebagai cawapres bagi calon incumbent (Jokowi). Ia tegaskan pula bahwa Golkar membantah ada perpecahan di internalnya.

"Masih sampai saat ini belum ada perubahan, itu (isu pencalonan JK) kan karena ada pertanyaan dari wartawan saja," tambah eks Danjen Kopassus itu.

Meskipun JK difavoritkan dalam beberapa hasil survei menjelang Pilpres 2019, Lodewijk tidak menganggapnya sebagai faktor penentu. Ia tekankan bahwa keputusan menetapkan cawapres ada di tangan Jokowi sendiri.

"Menjadi (calon) wakil presiden bagi Jokowi tergantung Jokowi-nya, bukan hasil survei," ucap lulusan Akabri 1981 itu.

Mantan Dankodiklat TNI AD itu mencontohkan bagaimana proses pemilihan cawapres ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hendak maju kedua kalinya dalam laga Pilpres di tahun 2009.

"Masa kita tidak mau melihat sejarah waktu SBY yang kedua kali maju, siapa yang dia pilih yang menjadi wakil presiden? Orang partai politik bukan? Bukan. Artinya dia tidak membutuhkan itu (survei). Pak Jokowi kayak bagaimana nanti, kita belum tahu," tambahnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya