Berita

Titi Rizky/RMOL

Politik

RMP Desak Polisi Usut Tuntas Insiden "Sembako Maut" Di Monas

SABTU, 05 MEI 2018 | 17:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Relawan Merah Putih (RMP) meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus insiden meninggalnya dua orang anak dalam pembagian sembako oleh Forum Untukmu Indonesia (FUI) di Lapangan Monas, pekan lalu.

"Kita mendorong pengusutan kasus (sembako maut, red)ini secara tuntas," kata Ketua Umum Relawan Merah Putih (RMP), Titi Rizky, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 5/5).

Titi kecewa karena namaRMP diseret-seret dalam acara itu. Padahal RMP tidak terkait sama sekali dengan kegiatan tersebut. Bahkan beredar kabar tidak benar, ada orang bernama Jo, yang disebutkan mendatangi orang tua dan keluarga korban dengan memberi sejumlah uang untuk menutupi kejadian.


"Saya sudah cek pada Ketua RMP DKI Jakarta, Daud. Saya minta Daud untuk mengecek semua anggota di Jakarta. Tidak ada anggota yang bernama Jo. Jadi saya pastikan kabar itu hoax," kata Titi.

Dia menegaskan, RMP merupakan salah satu relawan pendukung Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Di tahun 2013, RMP ikut bergerak dalam memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014. Pun demikian dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 untuk menjadi relawan Ahok.

"Dalam aksi kami selama ini, tidak pernah ada kegiatan yang melanggar aturan," tegas Titi.

Dia melanjutkan, selain menjadi relawan pemenangan, ada tiga kegiataan RMP yang selama ini menjadi fokus. Yaitu bakti sosial, kegiatan seni-budaya serta olahraga.

Dalam bakti sosial, RMP banyak melakukan kegiatan seperti melakukan fogging secara gratis di setiap titik di Jakarta. Kegiatan ini dilakukan beberapa bulan secara rutin, dan dilaksanakan setiap hari Rabu.

"RMP, sebagai relawan pendukung militan Jokowi selalu mengikuti aturan sebagaimana kepribadian Jokowi. Kita tidak dibenarkan melanggar aturan. Jadi sekali lagi, kami minta polisi mengusut tuntas kasus dua orang meninggal di Monas," demikian Titi. [sam]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya