Berita

Politik

PDIP Dorong Pemerataan Pendidikan Berbasis Online

JUMAT, 04 MEI 2018 | 17:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

PDI Perjuangan sangat mengapresiasi kehadiran aplikasi digital Ruangguru yang dimotori anak-anak milenial Indonesia. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Ruangguru adalah terobosan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan.

Hal itu disampaikan Hasto saat mengunjungi kantor Ruangguru dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (4/4). Hadir menemani Hasto, Bupati Banyuwangi yang juga kader PDIP Azwar Anas dan Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukamdani.

"Apa yang dilakukan Ruangguru melalui Mas Belva (co-founder Ruangguru) adalah terobosan untuk menghadirkan pendidikan untuk semua. Karena itulah Pak Jokowi juga menaruh perhatian yang sangat besar," ujar Hasto dalam keterangannya sesaat lalu.


Hasto menuturkan, Belva Devara selaku co-founder Ruangguru pernah diundang beberapa kali oleh Presiden Joko Widodo. Bahkan, anak muda jebolan Harvard University itu pernah diundang kepala negara mengikuti rapat kabinet dan memaparkan konsep pendidikan yang mereka buat.

"Jadi nyambung antara Pak Jokowi dengan yang dilakukan oleh PDI Perjuangan sebagai pengusung utama beliau," ungkapnya.

Hasto mengapresiasi kiprah anak-anak muda yang membangun optimisme dan turun tangan membantu menyelesaikan problem di masyarakat dengan pendekatan-pendekatan baru berbasis teknologi informasi, termasuk di bidang pendidikan.

Disebutkan, Indonesia punya lebih dari 52 juta pelajar. Mereka adalah tunas negeri yang harus disiapkan menjadi generasi yang akan membawa bangsa semakin maju dan berdaya saing di masa depan.

Tentu saja dalam proses penyiapan generasi bangsa itu ada tantangan, seperti faktor geografis yang membuat pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Para pelajar di desa kerap terhambat mengakses materi pembelajaran yang biasa didapatkan di wilayah kota dengan mudah. Belum lagi tantangan keterbatasan jumlah guru di perdesaan.

"Dengan kehadiran platform berbasis digital seperti Ruangguru dan sejumlah platform lainnya, kita mendorong pemerataan kualitas pendidikan. Anak-anak di desa bisa mendapat pembelajaran tambahan berkualitas secara online. Hal ini dimungkinkan beriringan dengan program Presiden Jokowi yang terus bekerja tanpa henti membangun desa termasuk membangun infrastruktur teknologi informasinya," papar Hasto.

Inovasi-inovasi sosial berbasis teknologi seperti itulah yang dinilai Hasto mampu menjawab problem rakyat.

"Dan PDI Perjuangan mendukung kiprah anak-anak muda yang mengembangkan kewirausahaan sosial berbasis teknologi seperti ini. Ini membangun optimisme bangsa, dan secara ekonomi ini potensi yang dahsyat sesuai target Pak Jokowi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," jelas Hasto.

Saat ini, Ruangguru sudah digunakan oleh 8 juta siswa di seluruh Indonesia. Para pelajar di berbagai daerah bisa belajar melalui instrumen teknologi tanpa terikat batas geografis dan waktu.

"PDI Perjuangan mengiringi anak-anak muda untuk membangun bangsa. Ayo perbanyak gerakan positif. Kita ingin belajar ilmu agama, fisika, biologi, pendidikan kebangsaan, seni budaya, bisa semudah melihat film di Netflix, semudah lihat bola lewat streaming, seasyik mendengarkan musik lewat Spotify dan SoundCloud," papar Hasto.

PDIP, lanjut Hasto, juga sudah menyiapkan pendidikan kepartaian berbasis online. "Kami juga ingin berkolaborasi dengan Ruangguru untuk mengembangkan sistem pendidikan partai yang berbasis Pancasila lewat instrumen TI. Biar semua kader dan seluruh warga bisa ikut mengaksesnya dengan mudah," ujarnya.

CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara menyambut baik kunjungan PDIP. Pihaknya menyadari bahwa untuk membangun pendidikan tidak bisa dilakukan satu pihak.

"Bersama-sama kita hadirkan pendidikan yang lebih baik agar Indonesia bisa berdaya saing global," ujar Belva

Ruangguru merupakan perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 6 juta pengguna serta telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.

Perusahaan ini didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses di bawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya