Berita

Garuda/Net

Bisnis

Sikapi Masalah Keuangan, Karyawan Garuda Bersiap Mogok Kerja

RABU, 02 MEI 2018 | 09:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pada akhir Januari lalu, Serikat Pekerja Garuda dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) buka-bukaan tentang tentang dapur PT Garuda Indonesia (Persero) yang tengah dalam kondisi memprihatinkan.

Diungkapkan ada 6 persoalan di Garuda yang harus segera dibe­nahi. Pertama, program efisiensi tapi tidak sporadis. Kemudian pembenahan biaya organisasi yang terbilang boros, sebab ada 9 orang direksi dari sebelumnya hanya 6 orang.

Ketiga, penambahan armada harus diikuti kemampuan manajemen untuk membuat strategi penjualan produk penumpang dan cargo. Saat itu, peningkatan penda­patan hanya sebesar 8,6 persen sementara peningkatan biaya sebesar 12,6 persen.


Keempat, kinerja keuangan Garuda Indonesia sampai dengan kuartal III-2017 semakin mero­sot. Garuda mengalami kerugian sebesar 207,5 juta dolar AS. Bah­kan nilai saham emiten berkode GIAA per 19 Januari 2018 ini juga anjlok hanya Rp 314 per lembar atau turun 58 persen.

Selanjutya, serikat pekerja juga mengungkapkan adanya penurunan kinerja operasional Garuda Indonesia yang berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan.

Terakhir, ada kon­disi hubungan industrial yang saat ini tidak harmonis karena perusahaan banyak melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja bersama atau perjan­jian kerja profesi yang sudah disepakati sehingga banyak konflik.

Adapaun masalah finansial yang terjadi di tubuh Garuda semakin ketara saat pertengahan bulan April, PT Garuda Indonesia mengakui telah mendapat restu pemegang saham untuk menerbitkan surat utang global sebesar 750 juta dolar AS. Dana ini sedianya akan digunakan untuk membayar kembali utang jatuh tempo perusahaan (refinancing).

"Ini untuk memperbaiki profil dari pembiayaan yang kami miliki cukup besar. Mungkin pembiayaan yang akan jatuh tempo kurang dari satu tahun cukup besar," ucap Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Mansury usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis (19/4).

Demi menyikapi kondisi operasional dan keuangan di PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, Sekretariat Bersama yang terdiri dari organisasi Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) kembali akan melakukan konferensi pers tentang kondisi terkini Garuda.

Mereka juga akan membahas mengenai rencana mogok kerja untuk menyikapi kondisi Garuda tersebut.

Jumpa pers akan digelar di Pulau Dua Restaurant, Gatot Subroto, Jakarta pada Rabu (2/5) pukul 14.00.

“Konferensi pers tentang kondisi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan rencana mogok kerja,” bunyi undangan yang diterima redaksi.

Undangan ini dibubuhi tanda tangan Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan Nasution dan Presiden APG Capt, Bintang Hardiono. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya