Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

Dedi Mulyadi: Peningkatan Upah Buruh Di Jabar Perlu Diperjuangkan

SELASA, 01 MEI 2018 | 16:43 WIB | LAPORAN:

Pengeluaran harian dan bulanan buruh harus ditekan. Langkah ini dapat dilakukan salah satunya dengan cara intervensi pemerintah terhadap harga bahan pokok.

Begitu dikatakan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di kediamannya, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta, Selasa (1/5).

"Peningkatan kesejahteraan buruh lewat sistem pengupahan memang perlu diperjuangkan. Tetapi, saya melihat ada sesuatu yang lebih penting. Yakni, pengeluaran buruh harus ditekan, baik harian maupun bulanan. Pemerintah harus mengintervensi harga kebutuhan bahan pokok," jelasnya seperti diberitakan RMOL Jabar.


Tak hanya itu, kata Dedi, kebutuhan lain seperti perumahan, listrik, air dan bahan bakar kendaraan juga harus menjadi perhatian serius.

Subsidi pemerintah untuk buruh dalam item kebutuhan tersebut dinilainya dapat meningkatkan kesejahteraan. Sebab, upah buruh tidak langsung habis dalam setiap bulan sehingga memiliki kesempatan menabung dari sisa upah.

"Kalau biaya hidup rendah dan upah buruh tinggi maka output-nya adalah kesejahteraan. Kalau upah tinggi tapi biaya hidup tinggi ya percuma saja, tidak akan menjadi apa-apa," ungkapnya.

Ketimpangan Upah

Mantan wakil ketua salah satu serikat buruh di Purwakarta tersebut juga mengulas terkait sistem pengupahan di Jawa Barat. Menurut dia, saat ini terjadi ketimpangan upah buruh antara wilayah barat dan timur provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.

Dedi merasa, hal ini terjadi karena sistem pengupahan didasarkan pada kawasan industri yang berkembang di sebuah daerah. Zona Industri Karawang, Bekasi dan Purwakarta misalnya, menerapkan upah buruh di angka lebih dari Rp3 Juta. Semakin bergerak ke arak timur, maka nilai upah buruh di zona tersebut semakin kecil.

"Di wilayah timur kan upahnya rendah. Saya memandang ada ketimpangan di situ, makanya harus segera dipecahkan oleh seluruh stakeholder terkait," ucapnya.

Prinsip 'Saeutik Mahi, Loba Nyesa'

Dedi menjelaskan, intervensi biaya pengeluaran keluarga buruh oleh pemerintah akan berimplikasi pada kondisi keuangan ‘saeutik mahi, loba nyesa’. Istilah terakhir merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Sunda yang berarti berapa pun jumlah uang yang diterima, akan cukup untuk biaya hidup.

Prinsip ini sekaligus menjawab ketimpangan upah buruh yang selama ini terjadi di Jawa Barat. Selain subdisi bahan pokok, perumahan dan kebutuhan perumahan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa mengeluarkan subsidi pendidikan.

Misalnya, menyediakan transportasi khusus anak sekolah dan buruh sehingga tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh sebuah keluarga untuk itu. Ditambah, pembangunan tempat wisata secara merata di kabupaten/kota di Jawa Barat dapat menekan biaya rekreasi keluarga.

"Termasuk kalau anak sekolah berangkat ke sekolah dengan membawa bekal. Ini pengeluaran semakin kecil dan pendapatan mereka tidak terlalu banyak keluar, bisa saving," pungkasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya