Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Pelaut Minta Standar Pengupahan Pekerja Kapal Dibenahi

SELASA, 01 MEI 2018 | 11:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Para pelaut Indonesia yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pekerja Indonesia (FBTPI) menuntut kesejahteraan di peringatan Hari Buruh atau May Day.

Mereka menuntut pemerintah membenahi regulasi standar pengupahan pekerja kapal.

“Ketentuan ketenagakerjaan di bidang pelayaran dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Namun pada praktik di lapangan, para pengusaha pelayaran dalam berbagai kebijakannya masih mengacu kepada KUHD,” terang perwakilan pelaut Imam Syafii dalam aksi May Day di Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (1/5).


Karena acauan itu, sambungnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak sering dilakukan perusahaan pelayaran.

“Selain itu, upah masih di bawah kata layak, jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan juga nihil,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, dia juga mempersoalkan maraknya peredaran COP (sertifikat keterampilan) dan COC (sertifikat keahlian) pelaut palsu yang jelas merugikan pelaut juga dibeberkan olehnya.

“Ini jadi citra buruk Indonesia di kancah internasional dan penyebab terjadinya upah murah pelaut Indonesia di luar negeri,” lanjutnya.

Maka dari itu, FBTPI dalam memperingati May Day 2018 meminta kepada pemerintah untuk menerbitkan regulasi tentang standar pengupahan pekerja di kapal.

“Ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (3) UU Ketenagakerjaan dan penjelasannya pelaut dalam negeri harus memiliki upah sektoral nasional,” pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya