Berita

Foto/Net

Nusantara

Apa Tak Cukup Masuk TGUPP

Teman Wagub Jadi Komisaris Utama BUMD
SENIN, 30 APRIL 2018 | 08:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Di tengah semangat melepas saham di PT Delta Djakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melantik teman dekatnya, Sarman Simanjorang, menjadi Komisaris Utama di perusahaan memproduksi bir tersebut.

Sandiaga beralasan penun­jukan ini karena Sarman dinilai dapat memanfaatkan jaringan bisnis yang dia miliki untuk memajukan perusahaan pro­dusen bir lokal terbesar di Ja­karta ini.

Menurut Sandiaga, terpilihnya Sarman menggantikan Michael Rolandi agar pengelolaan peru­sahaan bir itu akan semakin baik ke depannya.


"Tentunya Pak Sarman punya network yang bisa digunakan dan kalau kami di birokrasi apalagi di pegawai negeri sipil pasti kan tugas utamanya di Pemprov," ujar Sandiaga.

PT Delta Djakarta adalah pe­rusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan beberapa mer­ek bir, yakni Anker Bir, Anker Stout, Carlsberg, San Miguel Pale Pilsener, San Miguel Light, San Miguel Cerveza Negra, dan Kuda Putih.

Saham Pemprov DKI di pe­rusahaan itu telah ada sejak tahun 70-an, tepatnya sejak era kepemimpinan mantan Gubernur Ali Sadikin. Dan saat ini Pem­prov DKI merupakan pemilik saham terbesar di emiten industri minuman beralkohol tersebut.

Sebelumnya, Sandiaga juga menyampaikan bahwa Pemprov masih mengkaji pelepasan saham Pemprov di perusahaan tersebut. Dia mengaku akan mengumum­kan pelepasan saham tersebut dalam waktu dekat.

Melihat hal itu, timbul pertan­yaan, kenapa diangkat Sarman menjadi Komisaris Utama PT Delta Djakarta di tengah lagi giat-giatnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mau melepas saham di BUMD DKI Jakarta ini. Bahkan, mulanya Anies dengan girang menjelaskan ihwal proses kajian finansial untuk mengganti­kan keuntungan yang didapat dari saham perusahaan ini.

Namun, menjelang pergantian komisaris utama ini memang tak ada lagi kelanjutan pemberita­huan mengenai kajian tersebut. Apa nasibnya panas di awal, dingin di akhir?

"Ini adalah gejala munculnya kembali cara lama politik pemerintahan yang memberikan jaba­tan kepada para kawan. Harusnya dibuka luas-luas, kalau memang cari dari kalangan profesional ya jangan sekadar cari yang kenal atau banyak membantu di masa Pilkada saja. Lama-lama keper­cayaan publik bisa hilang," kata Michael Victor Sianipar, Ketua DPW PSI Jakarta.

Michael menyayangkan pengangkatan Sarman karena ini akan membawa preseden buruk bagi pemerintahan DKI saat ini. Terlebih lagi, banyak pihak, bahkan masyarakat Jakarta yang mengetahui aktivitas Sarman mendampingi Sandiaga Uno selama masa kampanye pilkada lalu. Sarman juga rajin menemani Sandi jika ada pertemuan dengan para birokrat pemerintahan.

"Apakah tidak cukup dengan memasukkan para tim sukses ke dalam TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan), sehingga harus BUMD juga jadi sasarannya? Saya rasa Pemprov harus bisa menjelaskan urgensi dan tujuannya apa, dan kita jangan puas sebelum ada penjelasan tersebut," lanjut Michael.

Dia berharap masyarakat Ja­karta terus mengawasi manu­ver kedua pemimpinnya ini. Apalagi, sudah hampir lewat masanya 'puasa' pergantian pejabat pemerintah, sehingga ini dapat menjadi peluang bagi Anies-Sandi untuk kembali membawa kawan-kawannya ke­pada jabatan strategis di dalam birokrasi pemerintahan.

Berhembus juga isu akan adanya perombakan pejabat di lingkungan Pemprov DKI dalam waktu dekat. PSI mengingatkan agar proses perombakan di­lakukan dengan transparan dan bertanggung jawab.

"Kami akan memperhatikan apakah rotasi pejabat sudah mengikuti proses dan sistem lelang yang sudah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya. Hasil tes dan lainnya harus dibuka ke publik. Kami harap Gubernur tidak hanya mengikuti permintaan partai dan kelompok pendukung Pilkada saja untuk menempatkan pejabat di posisi strategis," paparnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya