Berita

Foto/Net

Nusantara

Pengamat: Sandi, The Real Gubernur

MINGGU, 29 APRIL 2018 | 22:05 WIB | LAPORAN:

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi) dinilai sudah tidak solid lagi.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menjelaskan ketidaksolidan Anies-Sandi nampak lantaran Sandi lebih dominan dalam mengambil segala keputusan di lingkungan Pemprov DKI. Sementara Anies lebih terlihat melancong ke luar negeri daripada mengurus Jakarta.

"Gubernur dan Wakil Gubernur tidak solid, pecah kongsi. Jadi the real gubernur kan sekarang ada di Sandi bukan di Anies," katanya kepada wartawan, Minggu (29/4).


Trubus juga menilai langkah Anies yang melancong ke luar negeri tidak membawa dampak positif bagi DKI Jakarta. Padahal biaya pelesiran Anies menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang nilainya tak bisa dibilang sedikit.

"Belum selesai ini dia (Anies) sudah lari lagi ke Amerika. Jadi akhirnya program pembangunan enggak jalan. Pelayanan publiknya bagaimana?," cetusnya.

Bukti lain keretakan Anies-Sandi yakni beberapa kebijakan sering tidak sinkron. Misalkan soal penataan kawasan pasar grosir terbesar se-Asia Tenggara, Tanah Abang.

"Tanah Abang kan sampai sekarang tidak terselesaikan. Pak Anies maunya tetap ditutup Jalan Jatibaru. Dia mencueki rekomendasi dari Dinas Perhubungan, Ombudsman, dicueki semua. Tapi Pak Sandi selalu mengatakan nanti bulan depan mau dibuka atau nanti dibuka nunggu sky bridge," jelasnya.

Menurut Trubus sampai sekarang belum ada pembangunan fisik dari sky bridge Tanah Abang. Sementara, untuk membangun sky bridge, butuh dana setidaknya Rp 50 miliar. Begitu juga dengan kebijakan DP Nol Rupiah, soal reklamasi teluk Jakarta, kebijakan mengenai naturalisasi sungai, penanganan banjir, transportasi dinilai keduanya saling bertentangan.

Belum lagi pernyataan Sandi yang berkali-kali mengatakan rela ditinggal Anies maju cawapres di Pilpres 2019.

"Ini mengindikasikan mereka tidak solid, sudah pecah kongsi," pungkasnya. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya