Sebanyak 26 orang pengungsi asal Afganistan terlantar di Belawan, Medan, Sumatera Utara. Mereka tidak bisa tertampung di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan.
Pengungi yang terdiri dari 10 orang pria, 11 orang wanita dan 5 orang anak-anak ini ditampung di aula lantai dua Masjid Jami' di Jalan Selebes Kelurahan Belawan ll, Kecamatan Medan Belawan.
Ketua DPP Kaumi (Kesatuan Aksi Umat Islam) H Irfan Hamidi yang sekaligus Ketua BKM (Badan Kenaziran Masjid) Jami' Belawan membenarkan bahwa pengungsi Afganistan tersebut terlantar. Mereka terlantar di depan kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan di Belawan selama lebih dari 3 minggu.
"Tiga hari yang lalu ada seorang anggota DPP Kaumi datang ke kantor Rudenim untuk mendata berapa jumlah pengungsi yang ada di dalam untuk diberikan bantuan menyambut Bulan Suci Ramadhan. Saat anggota Kaumi itu datang dilihatnya ada pengungsi yang tidur diemperan rumah warga kemudian anggota tersebut melaporkan sama saya," sebut Irfan seperti diberitakan
RMOL Sumsel, Sabtu (28/4).
Setelah menerima laporan dari tim Kaumi dan melihat langsung di kondisi di lapangan, Irfan memutuskan untuk membawa para pengungsi ke masjid.
"Kami merasa terpanggil dan merasa kasihan kepada mereka, terutama anak-anaknya yang tidur tanpa kelambu, terkena angin malam dan bila siang tersengat mahari. Maka, kami bawa ke Masjid Jami' ditempatkan di lantai atas dan makannya kami yang menanggung untuk sementara," tambahnya lagi.
DPP Kaumi sangat berharap kepada Pemerintah agar segera mengambil tindakan untuk penyelamatan para pengungsi warga Afganistan tersebut.
"Bantulah mereka, bagaimana caranya itu terserah kepada Pemerintah, tapi bantulah mereka karena kita sama-sama umat manusia harus saling bantu membantu," harap Irfan.
[ian]