Berita

Nusantara

Ketika Bupati Anas Baca Puisi Di Acara Kemah Sastra

SABTU, 28 APRIL 2018 | 21:46 WIB | LAPORAN:

Pemkab Banyuwangi menghelat Kemah Sastra Nasional yang diikuti ratusan pegiat sastra dalam dan luar negeri, Sabtu-Minggu (28-29/4).

Acara dihadiri para sastrawan terkemuka Indonesia, seperti Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Wayan Jengki Sunarta. Hadir pula sutradara Garin Nugroho dan Ketua Dewan Kesenian Blambangan Samsudin Adlawi.

Pembukaan Kemah Sastra Nasional yang berlangsung di Resor Jiwa Jiwa di kaki Gunung Ijen ini diikuti ratusan penyair muda dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Mozambik. Dari dalam negeri, hadir pegiat sastra Pekanbaru, Lombok, Bali, Pangkalpinang, Banten, Ambon, Yogyakarta, Solo, Bogor, Sukabumi, dan Jakarta.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai tuan rumah ikut tampil berpuisi. Anas membaca puisi bareng penyair berjuluk "Si Celurit Emas", D. Zawawi Imron, yang berjudul "Desaku".

Anas membacakan dua bait pertama, selebihnya Zawawi yang menuntaskan pembacaan puisi tersebut.

Berikut penggalan puisi "Desaku".

Di Jembatan itu kudengar bisik sejarah
Aku Tak Tahu, siang ini manakah yang lebih berkobar
Matahariku atau Darahku
Yang mendesarkan makna air sungai
Sebelum tiba di gerbang muara?

Zawawi mengatakan, puisi itu dia tulis saat melakukan perjalanan ke desa-desa di Kabupaten Banyuwangi pada 1967. Hasilnya, Zawawi memperoleh juara puisi terbaik se-Indonesia pada 1979.

"Banyuwangi selalu menginspirasi saya. Saya merasa senang karena Banyuwangi rajin membuat festival sastra di tengah tergerusnya budaya literasi sekarang ini," jelas Zawawi.

Kemah Sastra Nasional sendiri berisikan sejumlah rangkaian acara, mulai dari workshop penulisan cerpen dan puisi, pembacaan puisi dan monolog, serta peluncuran sejumlah buku sastra. Salah satu buku yang diluncurkan adalah antologi puisi "Senyuman Lembah Ijen" yang memuat 190 puisi tentang keindahan dan kehidupan di Gunung Ijen.

Anas berharap agar Kemah Sastra ini bisa mendorong generasi muda untuk memiliki semangat dan minat membaca, membuat karya sastra, dan menumbuhkan budaya bertutur dan bercerita dengan baik.

"Di tengah gempuran budaya serba cepat dari perkembangan teknologi ini, menjaga budaya sastra tetap tumbuh adalah keharusan bagi kita semua. Untuk itu, kami merasa perlu mempertemukan generasi muda dengan para maestro sastra ini. Semoga pertemuan ini bisa menjadi sarana mentransformasikan pengetahuan tentang sastra dan asah jiwa yang baik bagi bagi anak-anak muda yang sedang dalam fase menciptakan karya," jelas Anas.

Salah seorang peserta terdapat Presiden Persatuan Penulis Nasional (PENA) Malaysia, Dr. Mohamad Saleh. Saleh yang datang bersama 6 sastrawan Malaysia menyatakan sangat mengapresiasi Banyuwangi yang menggelar acara sastra. Apalagi, Banyuwangi juga menerbitkan buku antologi puisi para penyair muda.

“"Ini satu usaha yang sangat bagus, ada dokumentasi dalam sebuah buku. Ini menunjukkan kesunggahun penyelenggara untuk menumbuhkan karya sastra di warganya. Selain itu, dengan melibatkan anak-anak muda bagi saya ini adalah pembinaan yang bagus, ada upaya membuat karya sastra,” puji Shaleh yang merupakan dosen Sastra di University of Malaya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya