Berita

Nusantara

Ratusan Pegiat Sastra Dalam Dan Luar Negeri Kemah Bareng Di Banyuwangi

SABTU, 28 APRIL 2018 | 18:55 WIB | LAPORAN:

Bertepatan dengan Hari Puisi Nasional, Kota Banyuwangi menggelar Kemah Sastra Nasional, Sabtu-Minggu (28-29/4).

Perhelatan ini dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama para sastrawan terkemuka Indonesia, seperti Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Wayan Jengki Sunarta. Hadir pula sutradara Garin Nugroho dan Ketua Dewan Kesenian Blambangan Samsudin Adlawi.

Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi mengggelar Kemah Sastra sebagai cara untuk meningkatkan budaya literasi generasi muda.


"Kami mendorong tumbuhnya budaya menulis dan membaca. Semoga anak-anak muda kita mendapat banyak inspirasi dari para sastrawan hingga akhirnya mampu menciptakan ide dan menuangkannya lewat karya sastra," kata Anas.

Pembukaan Kemah Sastra Nasional yang berlangsung di Resor Jiwa Jiwa di kaki Gunung Ijen ini diikuti ratusan penyair muda dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Mozambik. Dari dalam negeri, hadir pegiat sastra Pekanbaru, Lombok, Bali, Pangkalpinang, Banten, Ambon, Yogyakarta, Solo, Bogor, Sukabumi, dan Jakarta.

Para peserta mengikuti workshop penulisan cerpen dan puisi oleh sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda dan Hasan Aspani.

"Ini akan menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dalam menggeluti dunia sastra. Sehingga para peserta, anak-anak muda pegiat sastra, bisa semakin matang dalam bersastra," kata Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Samsudin Adlawi.

Selain workshop, para peserta menyaksikan penampilan para maestro sastra tanah air membawakan karya puisi maupun rangkaian pesan yang sarat makna. Seperti penyair D. Zawawi Imron yang membacakan puisi berjudul "Desaku". Zawawi membacakan puisi tersebut bergantian dengan Bupati Anas.

Lalu Sutardji Calzoum Bachri yang memberi ceramah soal sastra Indonesia. Sastrawan berjuluk “Presiden Penyair” itu juga membacakan sejumlah puisi.

"Kita sebagai penyair menciptakan makna, kata-kata menciptakan penyair. Penyair menciptakan puisi. Dengan puisi bisa lapang pikiran dan menumbuhkan empati," cetusnya.

Kemah Sastra Nasional juga menghadirkan sutradara Garin Nugroho yang menampilkan sebuah monolog. Garin mengatakan langkah Banyuwangi dalam mempertemukan tokoh-tokoh sastra nasional dengan generasi muda sangat baik.

"Metode mengundang sastrawan untuk dipertemukan anak-anak muda untuk berbagi pengetahuan dan metode serta berbagi cara menghormati kata adalah sesuatu yang sangat luar biasa," kata Garin.

Hal senada juga dilontarkan Sutardji Calzoum Bachri. Menurut dia, Kemah Sastra yang berhasil mendatangkan anak-anak muda ini menunjukkan optimismenya bahwa sastra masih diminati masyarakat luas.

"Saya senang Banyuwangi bergeliat membangun tradisi literasi melalui kegiatan sastra. Ini jadi bekal meningkatkan kualitas SDM, memperkaya peradaban kita, yaitu peradaban yang merawat bahasa," ujarnya.

Acara Kemah Sastra itu juga ditandai dengan peluncuran buku kumpulan puisi berjudul "Senyuman Lembah Ijen" yang memuat 190 puisi tentang keindahan dan kehidupan Gunung Ijen. Puisi-puisi itu dikurasi dari 600 puisi yang masuk ke panitia yang berasal dari dalam dan luar negeri. Ada pula peluncuran 20 buku sastra karya sejumlah penyair muda Banyuwangi.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya