Berita

Politik Transaksional Menghasilkan Pemimpin Transaksional

SABTU, 28 APRIL 2018 | 17:14 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta wanita Islam melakukan edukasi politik untuk menghindari politik uang dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan umum.

"Ini tahun politik, saya minta kepada wanita Islam untuk melakukan edukasi politik untuk menghindari politik uang," kata Zulkifli Hasan usai membuka seminar politik dalam rangka milad ke 56 Wanita Islam di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta, Sabtu (28/4).

Menurut Zulkifli Hasan, politik transaksional akan menghasilkan pemimpin yang juga transaksional. Politik uang, bagi-bagi sembako merupakan politik transaksional.


"Politik transaksional seperti itu akan menghasilkan pemimpin yang tidak sesuai dengan harapan," ujarnya.

Untuk itu Zulkifli mengajak wanita Islam ikut menjalankan demokrasi yang berkualitas dan demokrasi yang sarat dengan nilai-nilai.

"Bukan demokrasi yang diwarnai politik uang dan sebar sembako," ujarnya.

Pada tahun politik ini, Zulkifli juga mengajak Wanita Islam untuk bersatu dan menjaga persatuan. Pemilihan kepala daerah, Pileg, dan Pilpres adalah sesuatu yang biasa.

"Dalam tahun politik ini mari kembali menjahit Merah Putih. Kita jaga persatuan. Pilkada, Pileg, dan Pilpres adalah hal yang biasa dilakukan rutin dalam demokrasi," katanya.

"Ternyata Wanita Islam juga memiliki aspirasi yang sama dengan kita, yaitu menolak politik uang," tutup Zulkifli Hasan.

Dalam pembukaan Milad ke 56 ini, Ketua Umum Wanita Islam Hj. Marfuah Mustofa juga mengungkapkan Wanita Islam harus melek dan mengetahui politik. Seperti bagaimana memilih pemimpin yang mempunyai kepedulian pada umat dan bangsa.

"Karena itu Wanita Islam menyuarakan tolak politik uang," katanya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya