Berita

Empat Pilar MPR Membuka Diri Untuk Semua Elemen Bangsa

SABTU, 28 APRIL 2018 | 16:06 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengungkapkan satu idiom jaman old yang sangat relevan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR yakni 'tak kenal maka tak sayang'.

Jika rakyat Indonesia tidak mengenal Empat Pilar MPR yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, maka tidak akan tumbuh rasa cinta dan sayang kepada bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan HNW, saat memberikan keynote speech di hadapan ratusan anggota Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) kota Depok dan ibu-ibu majelis taklim seputar kota Depok peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR RI dengan PD Salimah, di Gedung Puri Sekar Peni. kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/4/2018).


Hadir dalam acara tersebut perwakilan Walikota Depok, anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Jawa Barat VI Mahfudz Abdurrahman, Ketua DPD PKS Kota Depok H.M Hafid Nasir, dan Ketua PD Salimah kota Depok Raden Siti Nurani.

"Namun, sayang dan cinta kepada bangsa dan negara bukan sayang dan cinta monyet yang hanya hangat di permukaan tapi cinta dan sayang secara tulus seperti cinta kita kepada keluarga yakni memberikan secara total segala yang terbaik yang bisa kita berikan.  Begitu juga dalam konteks negara, membuktikan cinta kita kepada negara dengan memberikan segala yang terbaik," katanya.

Dikatakan HNW, untuk itulah MPR sesuai dengan perintah UU melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar dengan berbagai metode yang tepat kepada berbagai elemen masyarakat di seluruh  Indonesia.

"MPR tidak milih-milih dalam melakukan sosialisasi.  Sosialisasi membuka tangan lebar-lebar kepada semua elemen masyarakat asal dia warga bangsa Indonesia maka dia bisa mengikuti sosialisasi. Saya tekankan juga betapa pentingnya kegiatan sosialisasi ini sebab akan mengembalikan kembali pemahamam rakyat Indonesia akan nilai-nilai luhur bangsanya," ujarnya.

Berbicara soal Pancasila, dikupas HNW dalam materi sosialisanya.  Pancasila adalah kesepakatan seluruh rakyat Indonesia dan menjadi dasar dalam pembentukan dan penegakan negara Indonesia yang digali kembali dari nilai-nilai luhur bangsa yang memang sudah ada yang kemudian dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia yang juga berbeda-beda dan beragam.

Pancasila, lanjut HNW,  juga adalah perekat.  Pancasila mampu merekatkan Indonesia yang keberagamannya sangat luarbiasa.  Pentingnya kehadiran Pancasila bisa dirasakan ketika negara besar, negara adikuasa Uni Soviet bisa hancur menjadi beberapa negara yang terpecah-pecah.  Konsep Glassnost dan Perestroika yang diluncurkan Pemimpin Soviet Michael Gorbachev tak mampu mempertahankan Soviet yang sangat tinggi keberagamannya.

Perestroika merupakan upaya Gorbachev menyelesaikan masalah kompleks yang dihadapi Uni Soviet yang bertujuan agar terjadinya restrukturisasi dalam negara. Pada prakteknya, konsep perestroika justru menjadi awal kehancuran total Uni Soviet.

"Kita bangsa Indonesia patut bersyukur bahwa Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa ternyata mampu menjadi perekat dan menyatukan bangsa Indonesia yang keberagamannya sangat tinggi yang merupakan faktor besar resiko perpecahan sebuah bangsa.  Untuk itulah kita sebagai rakyat Indonesia mesti menjaga Pancasila agar tidak terusik, upaya memahami kemudian mencintai dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari harus terus diviralkan dengan berbagai cara salah satunya dengan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar," tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya